BAPAK KOST KU (BUKAN) TUKANG KAYU

•October 22, 2009 • 48 Comments

1)

“Neng…..bukain pintu dong, neng. Abang bawa martabak ini. Haah ? apa ? ya ampun, neng, abang kan cuman ngobrol doang ama si tukang serabi. Nggak ngapa-ngapain kok” ini  ilustrasi suami yang nggak dibukain pintu ama bininya gara-gara ketangkep basah lagi ganjen-ganjenan ama tukang serabi di pengkolan.

2)

“Yah…dikonciin lagi deh. Gini deh kalo kemaleman pulangnya ga dikasih megang kunci gerbang pula” ilustrasi kosan cewek yang tidak membolehkan penghuninya pulang larut demi menjaga imej kosan dan nama baik pemilik kosan tentunya.

3)

“ampun, mam….ampun…. bukain pintunya mam, dingin di sini…..” kalau yang ini amit-amit deh, jangan samapi kejadian, orangtua mengurung anaknya di kamar mandi seperti itu.

Jadi, sebenarnya saya mau ngomongin apa yah di sini ? Ngomongin tukang serabi kah ? bukan..bukan… Saya cuma mau cerita pengalaman kemarin. Seperti biasa, setelah diantar pulang sama si teko ajaib (tentu saja dalam keadaan kenyang dan mengantuk sangat), saya pun langsung masuk kamar mandi, tapi karena kamar mandinya di luar, jadi saya mengunci kamar saya dulu baru mandi. Setelah mau masuk ke kamar lagi…jreng..jreng….mendadak kunci kamar saya macet, tidak  mau memutar. Ok, tenang jangan panik, gumam saya sambil berusaha mengulang lagi, kali ini dengan ucapan bismillahirrahmanirrahiim..sambil berharap kejadian tadi tidak berulang lagi. Tapiiii……ternyata harapan saya tidak sesuai kenyataan. Sang kunci tetap tidak bergeming dan saya mulai dibuat emosi dengan keadaan ini. Saya mulai memutar-mutar kuncinya dengan amarah, sampai tangan saya memerah karena dipakai memutar kunci dengan penuh tenaga, padahal dalam hati saya tau usaha saya itu sia-sia.

round_the_world.1191310740.jess-and-ix-locked-out-of-the-house

Akhirnya saya ke bawah mencari bapak kost saya, minjem kunci serep sekalian laporan kalau kunci punya saya macet. Ternyata sama aja cin…..yang salah emang slot kuncinya, macet aja gitu dulu. Argh…….saya mulai bete, nunggu kaya orang bego, bengong, ga bisa maenan hape, karena hape dan semua pernak-pernik buat killing time yah ada di kamar itu. Si bapak kost pun punya ide buat membongkar saja pintunya memakai obeng.

Bapak Kost     : bentar yah, gue ambil obeng dulu

Saya                : ha? Obeng ?buat apa, mas ?

Bapak Kost     : kita bongkar aja yah mbak *dengan nada setengah ga pede*

Saya                : Yah, bolehlah dioba mas *dalam hati yakin pasti usaha ini sia-sia, pintunya cuma bisa didobrak (dasar tidak sabaran dan emang berjiwa anarkis) kalau nggak musti bongkar jendela dan bongkar pintunya dari dalam (nah lho, berjiwa tukang juga saya yah.)diem

Ternyata benar aja, setelah membongkar gagangnya, selanjutnya tidak ada lagi yang bisa dilakuin dan akhirnya bapak kost saya pun menyerah meneketehedan lantas menelpon Pak Cipto, sang tukang yang dulu memasang pintu untuk kamar saya ini. Saya cuma bisa bengong dan menarik napas panjang – pasrah – waktu dengar kalau Pak Cipto ini harus diimpor langsung dari Depok….wkwkwkwkw….jadilah saya menggelandang di ruang tamu kosan sambil menunggu si Pak Cipto itu datang. Hm…Depok –Pancoran mayan juga tuh nunggunya, bisa manyun plus mati gaya, mana sudah stop merokok pula…

Bapak Kost     : Mbak, ke bawah aja dulu yuk, nunggu di ruang tamu aja dulu. Pak cipto lagi on the way ke sini, dari Depok gue suruh naik ojek.

Saya                : Wah ??? haduh….. *abis itu bengong dan manyun*

Bapak Kost     : di bawah lagi ada kakak gue tuh, ngerokok bareng aja biar ga BT.

Saya                : Lah…mas, aku kan udah brenti merokok sekarang. *ada nada bangga terselip di situ*

Bapak Kost     : Oiya yah….dari puasa kemaren itu yah ? ihhh…hebattt… pantesan ada yang beda…tapi kok lo malah kurusan sih, plus lebih cerah gitu mukanya. *dengan nada tetep ngondek, cin..*

Saya                : Oya ? kurusan ?? masa sih ? *mulai khawatir, ni beneran muji apa nyindir*. binunHehehehe……

Anyway, setelah hampir sejam lebih nungguin tukang plus dengerin curhatin si kakaknya bapak kost yang katanya lagi masukin gugatan cerainya ke pengadilan agama (buset kirain sekarang lagi musim mangga, ternyata lagi musim cerai juga yah…cerrrrraaaiiii dimana-mana *sigh*), – tentunya tidak sambil merokok – akhirnya kamar saya dibongkar, dan ternyata benar seperti dugaan saya, mulai dari membongkar jendela dan teralis, baru si tukang membuka engsel pintu dari dalam, dan akhirnya baru saya bisa masuk. Tapi ada kalimat dari bapak kost saya yang sebenarnya membuat saya pengen ngakak guling-guling, tapi berhubung dia punya title “bapak kost” di jidatnya, ketawanya saya tahan sampai sakit perut.

Saya                : Mas, (asik kan manggil bapak kost dengan sebutan ini) nanti kuncinya diganti aja kali  yah, tar  aku malah kekunci dari dalam, kan lebih serem tuh.

Bapak Kost     : Iya mbak, besok tukangnya kerjain, sekarang yang penting mbak-nya bisa masuk dulu, ksian udah malem, kecapean kan musti istirahat (jawab si bapak kost sembari memperhatikan kerjaan tukang). Ih, kalo gue sih mending disuruh make-up in 1000 orang daripada ngerjain bongkar-bongkar kaya beginian.

Saya                : (dalam hati sambil menahan tawa) ya iyalah….megang obeng aja

keder. Lebih cocok megang kuas blush on aja deh, udah….(hihihihihihihihi)hihi

Aaaaaakhirnya…..setelah 3 jam menggelandang di ruang tamu kosan, dapur bapak kos nonton tv (ah sinetron pun tak apalah daripada ngerokok), kamar saya bisa dimasuki lagi, walaupun tidak bisa dikunci, hanya mengandalkan slot kecil aja. So….moral of the story adalah, pilihlah kosan yang bapak kost-nya jago benerin rumah, biar ga perlu nunggu lama manggil tukang kalo harus ada perbaikan kecil…heheheheh….

Note : gambarnya saya pinjem dari sini

Updates :

1. 65 hari sudah saya tidak menyentuh nikotin alias tidak merokok… yippeeee

2. skor 2-3 untuk Madrid vs Milan  di Liga Champion semalam… yipeeee…forza Milan…hail to bebek Pato untuk sumbangan 2 golnya… (kenapa bebek yah ? hm…entahlah..)

YANG TERSISA DARI MUDIK

•October 2, 2009 • 51 Comments

Sedikit goresan sentimentil yang tersisa dari mudik tempo hari…

Continue reading ‘YANG TERSISA DARI MUDIK’

•September 20, 2009 • 18 Comments

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

OMIDOG…

•September 14, 2009 • 24 Comments

Hohoho, lama juga saya tidak mengisi kulkas ini yah. Ok, sebagai bahan ngeles, lagi-lagi saya mengatasnamakan kesibukan sebagai biang kerok dari kemalasan saya. Hehehe, namanya juga mo mudik, kerjaan harus diberesin biar liburannya tenang. Anyway, beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 5 September kemaren, idola saya yang ganteng itu ber-ulang tahun yang ke-62. Ngucapin dulu ah :  SELAMAT ULANG TAHUN KE-62, BAPAK, Peluknya nyusul, besok aku pulang…!!!

Continue reading ‘OMIDOG…’

RAMADHAN-KU, MOMENTUMKU

•August 31, 2009 • 52 Comments

1..2…3…4…5…6…7… 8…9…10…

Continue reading ‘RAMADHAN-KU, MOMENTUMKU’

PERTARUNGAN

•August 24, 2009 • 26 Comments

Meja bundar.

Ada dia yang acuh, dan dia yang terlihat menyedihkan, duduk bersama.

Tapi kali ini mereka duduk di situ tidak untuk berbincang,

Pun tidak akan berunding lagi.

Biarkan dia yang acuh itu menjadi  tiran yang menyelesaikan semua ini dengan caranya. Sekali lagi – dengan caranya – dan tidak ada lagi perdebatan panjang yang menjemukan tentang siapa dan harus bagaimana.

Terlalu melelahkan dan menyita banyak waktu. Waktu terus berjalan dan masih banyak yang harus dijalani di depan sana.

Jadi begini saja, katanya dia yang acuh, berhentilah memintaku untuk menjaga diriku, karena sudah sejak lama kulakukan itu dan aku lah yang paling tahu bagaimana harus melakukannya. Kamu percaya Tuhan kan ? Seperti pesan-pesan usangmu untuk selalu mengingat-Nya, seperti itu jugalah yang harus kamu lakukan…Dia pasti menjagaku, tidak perlu khawatir. Dan satu lagi berhentilah mengendus jejakku lagi, karena aku pun tidak ingin sembunyi, karena aku  bukanlah buronan yang kabur dari tanggung jawab. Tidak perlu ada yang menghilang dan tidak perlu selamat tinggal, karena selamat tinggal hakikatnya adalah karena ada kebersamaan. Melelahkan, karena kamu tak ubahnya seperti penjahat kambuhan atau mungkin rubah yang selalu memanfaatkan celah kecil untuk melumpuhkan lawannya. Kadang kamu seperti terluka dan butuh “dikasihani”, dan ketika perangkap itu termakan, kamu pun menjeratnya, menerornya. Menyedihkan bukan, meneror dengan cara busuk, dengan kebutuhanmu untuk selalu dikasihani. Menyedihkan sekali…

Dan dia yang menyedihkan hanya diam, terpekur  (mungkin) mencerna kata-kata barusan atau mungkin hanya membiarkan kata-kata itu menguap bersama hawa keakuan yang terus berputar di meja bundar itu…di antara mereka berdua.

Kau memang sempurna, kau bahkan bisa menjaga dirimu sangat baik, mencukupi dirimu sangat baik, sahut dia yang menyedihkan, memecah kesunyian. Sebegitu sempurna sampai tak henti untuk menggapaimu. Apapun kulakukan, cara busuk sekalipun, karena aku memang penjahat kambuhan. Kau tidak lebih dari obsesi buatku, yang tak akan henti kukejar sampai hasrat itu terpuaskan, terlepaskan, seperti layaknya harimau gladiator yang dilepas ke arena perkelahian. Aku bahkan sudah tidak perduli bila harus aku yang harus mati karena obsesi ini. Karena akan selalu ada hanya aku dan kamu, (mungkin) Tuhan memang sudah merencanakan ini untuk kita. Kamu akan selalu berlari, dan aku yang akan mengejarmu.

Ah,

Dia benar-benar tidak tertolong lagi.

Dia kalah…

Kalah oleh kelemahannya sendiri.

Kalah akan rasanya sendiri.

Sing it…..

Fuck you…

Fuck you very …very much.

Coz we hate what you do

And we hate your whole crews

So please don’t stay in touch (-Lily Allen-)

Fuck you…

Fuck you very …very much.

Coz you’re don’t translate

And it’s quite late

So please don’t stay in touch….!

(BUKAN) FLU (BABI)

•August 19, 2009 • 38 Comments

Slurp….menyeruput the hangat sore hari…ah, nikmat, apalagi ada angin sepoi-sepoi sore begini. Jarang-jarang banget bisa menikmati angin sore seperti ini, biasanya juga angin dari mesin pendingin alias AC. Hatsyiiii… sneeze2yaelah, baru juga sebentar, menikmati anginnya. Dasar emang badannya belum fit, giliran mau ajimumpung, eh malah bersin-bersin parah.

Continue reading ‘(BUKAN) FLU (BABI)’

UNKNOWN NUMBER

•August 10, 2009 • 42 Comments

Ganggu banget.m2 Kebanyakan pulsa atau memang lagi jobless yah orang ini ? Ok, kali ini kulkas saya lagi ngga adem. Saya butuh menggonggong sedikit di sini. Sudah beberapa waktu ini, ada unknown number yang masuk ke ponsel saya. Anehnya, gangguan itu hanya berupa sms-sms iseng yang gazebo alias ga zelas bo’. Beberapa sempat saya balas dengan congor saya yang kadang suka setajam infotainment ituh.AddEmoticons0421 Mulai dari

“get a life, gue ga berminat”

“ngajak kenalan ko ga tau sopan santun sih ?”.

Sisanya, berakhir dengan kekejaman jempol saya memencet tombol delete. Saya pikir (ah, mikir mulu, botak lama-lama) kalau dicuekin, si unknown number ini akan berhenti sendiri. Ternyata, pepewwww…… saya salah besar. Ah, saya benci kalau salah perkiraan begini. Sepertinya dia punya sms terjadwal ke no saya seperti postingan terjadwal eda eka, dimana sms terkirim pada jam tertentu. Sms terakhir yang saya terima hari ini, sebentar…*looking for such sms in my inbox*th_thinking

“hai… pa kbr.met istirht ya….sama dong. Hr ini menu makannya apa ?.

Haduh, basi banget kan ? Anyway, ada sesuatu yang menarik di situ. Coba kita anal..isa (yeee….jangan  ngeres gitu dong bacanya). Hr ini menu makannya apa ?. Pertanyaan yang basi bin standar. Kenapa dia mau tahu menu makanan saya apa ? Jangan-jangan dia team riset dari perusahaan catering yah yang sedang meneliti kira-kira menu apa yang disukai perempuan kantoran mungil imut nan cantik jelita seperti saya *halah…iya…iya, saya OOT, jedukin pala sendiri*.haduh

Duh, cetek banget sih idenya…..it’s not that simple to impress me.licik

Hm….atau mungkin dia agen asuransi yang mencoba menganalisa gaya hidup saya melalui apa yang saya makan, jadi bisa menawarkan asuransi kepada saya ? Hmh…masuk akal juga. Yah, apapun asumsi saya, kesimpulan paling dahsyat adalah, sms-sms iseng ini tidak mungkin berasal dari bloggers karena blogger mending ngeblog bisa nulis panjang kali lebar dan bercerita apapun, daripada ber”sms cetek’ ria sekedar bertanya menu makanan hari ini apa.

Hahahahahaha……lumayan puas saya hari ini bisa sedikit menggonggong.AddEmoticons04220

oiya, terakhir, ini dia unknown number yang ga ada kerjaan itu :  02168445383.

ahahahahahahaha……….puassssssssss bisa majang no-nya di sini. eh, namanya : RAHMAN….huahahahahha

YANG PERGI

•August 7, 2009 • 24 Comments

Tempo hari pilot dan kopilot Merpati.

belum juga raganya ditemukan,

tak lama mbah surip menyusul.

belum kering tanah pusaranya

tiba-tiba semalam ws rendra pun pergi.

Semuanya tak sempat berpamitan.

pun lambaian tangan.

Hari ini, mungkin dia, tetangga, kamu ataupun saya ???

•July 22, 2009 • 32 Comments

I’LL BE BACK

SOON

gothic11