Beruntungnya diriku memilikimu
Berikan cahaya temani langkahku
Andai sejak dulu kau ada di sini
Pasti tak akan ada cinta yang lain. (Yovie and Nuno –sejuta cinta)
Hari mulai beranjak larut. Udara yang sebelumnya tidak bersahabat mulai terasa sejuk di kulit walaupun sedikit lebih kencang dari biasanya. Perlahan ia rapatkan jaket yang sebelumnya hanya ia sampirkan di bangku yang ia tempati duduk. Sementara itu, di seberangnya sejak tadi seseorang mengawasi, nampaknya sudah sangat hafal dengan kebiasaan si perempuan berjaket itu. Sang perempuan berjaket bukannya tak awas, hanya tinggal menghitung waktu, sang pria akan segera menghampirinya. Entahlah, instingnya cukup kuat untuk hal demikian. Bukanlah hal yang membutuhkan hitungan atau pun rumus yang rumit untuk segera menterjemahkan gelagat pria di seberangnya itu. Tidak lama kemudian, sang pria pun menghampiri.
“Kamu perempuan yang bersayap satu itu, kan ? “ tanya si pria, tanpa permisi, sambil menghempaskan pantatnya di sebelah perempuan itu.
“Ya, dan kamu adalah pangeran pemanggil hujan, kan ?” jawab si perempuan berjubah seraya sedikit memiringkan tubuhnya ke arah pria tadi. Tak lama kemudian, tawa pecah membahana di taman itu, keduanya berjabat tangan layaknya dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
“Sudah lama kamu tidak kesini. Entah sudah beberapa orang yang bergantian duduk di tempat kamu duduk sekarang ini. Eh, tapi bagaimana kamu tahu kalau akulah si pemanggil hujan? Rasanya aku selalu merapalkan mantra itu dalam hati” tanya sang pangeran.
“Karena taman ini adalah taman kenangan, taman yang menyimpan semua kenangan menyedihkan dan tempat membasuh luka. Kamu selalu ada di sini. Dan tidak lama setelah kamu menyunggingkan senyum yang khas itu, bulir-bulir hujan pun perlahan turun.”
“lantas kenapa kamu kembali kesini ? bukankah ketika itu kamu bilang sayap itu sudah tergenapkan ?”
“Akan kuralat sejak sekarang. Aku tidak perlu sayap lagi. Sayap patah yang dulu biasa kau lihat, akan kukubur di taman ini. Aku bahkan tidak lagi berhasrat menggenapkannya menjadi sepasang sayap indah. Sekali lagi aku tidak butuh sayap.”
“kenapa ?”
“Aku tidak ingin terbang dan tidak perlu meraih bintang-bintang di langit. Aku hanya ingin menjejakkan kaki di bumi. Berjalan bersisian denganmu. Tidak perlu takut akan jatuh atau tersandung, karena aku tahu akan selalu ada kamu, mengulurkan tangan untuk membantuku bangkit, ataupun menggandengku menjejakkan kaki bersamamu. Tidak perlu hidup yang luar biasa, karena kita hanyalah orang biasa yang berusaha memaknai hidup yang tidak biasa ini dengan cara yang sedikit tidak biasa. Karena itulah yang nyata dan sempurna.
“bagaimana kalau aku suatu saat melukaimu atau menyakitimu ?
“kan ada taman luka..”sahutnya sambil tergelak. “ aku tidak akan pernah lupa dengan taman ini. Taman kenangan dan taman tempat mengubur luka. Bukankah itu juga sebabnya kenapa taman ini disebut taman luka kan ? dan bukankah akan selalu ada kau, yang akan merapalkan mantra hujan, untuk menemani mereka yang sedang terluka, membantu mereka menyamarkan tetes-tetes bening yang tidak sanggup dibendung ? Taman ini akan selalu jadi tempatku kembali ketika aku butuh tempat untuk mengubur lukaku, ketika aku butuh air untuk membasuh lukaku”
“dan tentunya jauh lebih mudah untuk memelukmu tanpa sayap itu lagi”
——————————————————————————————————————————————-
Kebekuan itu mencair sudah….
Tembok tebal itu runtuh sudah
Hangat dan lapang…
—————————————————————————————————————————————–
Menyusun kembali kepingan puzzles yang dulu sempat terserak setelah mengumpulkan segala keberanian dan kekuatan yang pernah hilang. Tak hanya ada tangan ini, tapi ada tangan lainnya yang akan melakukan ini bersama. Menyusun kepingan puzzles masa depan.
Semoga.
Tak perlu takut salah meletakkan kepingan-kepingan itu, karena ada dia yang akan membetulkannya.
Tak perlu bingung bila kepingannya salah satu ada yang hilang, karena dia akan membantu menemukannya kembali dan menyempurnakan susunan kepingan puzzles itu.
Semoga.

Note : postingan ini sebenarnya terinspirasi dari avatar yang dibuatin sama macangadungan atas request dari saya. Thank you yah, Le’..eh…can..