TIME WILL HEAL

Continue reading

Advertisements

SHARING IS CARING

Image

 

Akhir minggu kemarin, media sosial dan berita masih riuh dengan kehebohan yang dibuat si ABG alay, yang katanya namanya Dinda. Pastinya reaksi saya pertamakali adalah kaget dan spontan memaki ketika membaca screenshoot akun “path” nya di sebuah channel berita. Karena masih penasaran, saya masih sempatkan browsing mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi sampai si Dinda ini sebegitu kesalnya dengan ibu-ibu hamil yang katanya “menyusahkan orang lain karena meminta dispensasi untuk dapat tempat duduk sementara orang lain itu sudah rela bangun subuh demi untuk mendapatkan tempat duduk di kereta”. Katanya, masih dari screenshoot yang saya dapat di channel berita, kakinya juga pincang makanya menurut si Dinda ini juga tidak bisa berdiri lama-lama. 

Saya sih bukan mau membicarakan si Dinda ini secara personal, well-kenal-saja-nggak, walaupun saya sendiri rada nggak terima, karena pernyataan Dinda ini memberi kesan kalau ibu hamil itu pemalas dan bisanya cuma menyusahkan orang lain. Saya nggak perlu membela memberikan pembelaan sebagai ibu yang pernah hamil dan merasakan semua kesukaan dan sedikit “kesusahan” yang mengiringinya karena toh tidak perlu “sekedar empati” tapi logika waras manusia juga cukup bisa mengerti apa yang dialami oleh ibu hamil.  

Yang membuat saya tidak terlalu terkejut dengan kejadian Dinda si alay commuter ini adalah karena sebenarnya di sekitar kita mungkin masih banyak Dinda-Dinda lainnya, cuma mereka lebih memilih untuk menggerutu dalam hati, tidak sefrontal dan sebodoh Dinda. Saya jadi kepikiran, Jakarta sudah separah itu yah ? Untuk pertolongan kecil yang kelihatannya sepele dan tidak membutuhkan effort besar saja, orang bisa sebegitu tidak rela mengulurkan tangan. Sudah sebegitu tumpulkah rasa empati manusia Jakarta ? Sudah tidak terasa kah “heart warming” nya kita ketika melihat orang memberikan senyum tulus dan ucapan terimakasih untuk hal-hal kecil yang dilakukan orang terhadap kita sehingga kita menganggap hal tersebut sepele dan tidak berarti ? Jakarta masih bagian dari Indonesia kan ? Indonesia yang katanya memegang adat ketimuran, yang katanya ramah bahkan terhadap orang asing sekalipun ? 

Kejadian itu sempat membuat saya khawatir, apakah jumlah orang baik di Jakarta ini sudah makin sedikit. Bahwa mencari orang tulus sudah sedemikian sulitnya di kolong langit ibukota ini, ketika semua dihargai dengan nominal, dengan materi. Untuk apa rela memberi kursi kepada penumpang lain kalau memang sama-sama bayar, mungkin begitu kurang lebihnya yang ada di benak orang-orang seperti ini. 

Tapi kejadian ini juga membuat saya sadar, bahwa tugas saya dan juga orang tua di Jakarta dan di mana pun untuk mendidik dan membekali anak-anak kita dengan budi pekerti yang baik, mulai dari rumah, mulai dengan hal yang kecil, “tolong” dan “terima kasih” misalnya. Sepele ? Kelihatannya mungkin sepele, tapi efeknya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar. Dari situ kita bisa belajar soal empati, soal kasih sayang, soal peduli.      

Ah, semoga kekhawatiran saya tidak terbukti, bahwa masih banyak orang di luar sana yang belum tergerus rasa kemanusiaannya dan belum tumpul rasa empatinya. 

 

Note : baru saja mengalami bahwa berbagi itu tidak sulit, walaupun hanya selembar tissue basah untuk bayi di ruang ganti bayi. 

“Even the smallest act of caring for another person is like a drop of water.It will make ripples throughout the pond.” -jessy&brian matteo-

 

COMEBACK!!!

Entah sudah berapa kali saya melontarkan kalimat “time really flies”.  Media sosial sebagai ajang berbagi membuat saya teringat hal-hal penting yang terjadi dengan diri saya, keluarga besar dan kecil saya bahkan lingkaran pertemanan saya. Mulai dari saya hamil, pernikahan teman sampai kemudian sekarang sedang hamil, cerita adik dan ponakan2 saya, sampai ulang tahun pernikahan teman yang pertama. Semua terasa cepat berjalan. Entah semuanya cepat berlalu atau memang saya-nya yang masih berkutat di situ-situ saja. Hehehe, sepertinya sih yang terakhir,yah. Tidak terasa kalender sudah harus diganti lagi. Tahun 2013 sudah menginjak bulan Desember, dan gadis kecil saya yang memang belum pernah saya ceritakan di sini sebentar lagi sudah 1 tahun. Ya, SATU TAHUN. Masih sangat jelas di ingatan saya, 04 Januari 2013, setelah 24 jam observasi, diinfus penguat paru-paru untuk si jabang bayi dan penahan kontraksi, dokter memutuskan saya sudah boleh diinduksi, dan tarraaaa, 4jam kemudian, kontraksi sudah makin menjadi-jadi, saya pun ditemani si bapak hedin sang suami siaga, berjuang di ruang bersalin. 04 Januari 2013 jam 21:00, BTARI AZKA ZAKIYA pun lahir ke dunia. Wah, this is a kind of experience that I won’t change with anything in this world. I am officially a mom!!!  

And so the story goes. Sampai hari ini, melihat perkembangannya, rasanya tidak ada perjuangan yang sia-sia. Jungkir balik selama 6 bulan untuk memberinya ASI sampai akhirnya saya menyerah di bulan ke-8 karena my BUMBLE BEE terserang “nipple confusion” dan memilih bersahabat dengan nipple buatan alias DOT dan segala macam kehebohan yang harus saya alami sebagai “newbie in motherhood” membuat saya cukup bersyukur dengan apa yang ada sekarang.

Tahun 2013 adalah tahun penuh berkah dan saya patut bersyukur atas semuanya.

Lantas,  mau apa saya di tahun 2014 ? Hm… mari kita liat,

1. (Mungkin) saya mau cari kerjaan yang baru. Sepertinya saya sudah terlalu lama di comfort zone ini. si Bee sudah mau setahun, mungkin saya sudah bisa sedikit santai . Yang penting, pertimbangan pertama saya menerima (kalau ada tawaran pekerjaan baru), mudah-mudahan tidak menyita waktu saya bersama Bee. Abis, Bee lagi lucu-lucunya sekarang. Siapa yang bisa menolak senyuman seperti ini ?

BUMBLE BEE

BUMBLE BEE

 

 

 

 

 

 

 

 

2. (Mungkin) kalau poin no. 1 belum terwujud sampai tengah tahun, saya  akan nekat saja berhenti kerja, pengen liburan mungkin, terus nyoba jualan aja gitu yah ? Hahahaha, random banget yah….

3. (Mungkin) terkait dengan no. 3, saya mau nyari tau lebih banyak soal Homeschooling, jadi kalau memang sudah waktunya dan memang sudah mantap menetapkan hati untuk meng-HS-kan si Bee, saya sudah siap. Perlu banyak belajar dan cari tau dari si ibu guru ini nih. Hahaha, ini juga random deh… Anak masih piyik juga.

4.  Nah ini dia nih, saya mau nulis lagi, alias nge-post blog lagi. Semoga bisa konsisten, seperti yang saya bilang sama si Lea dan si Isma, saya pengen banget bisa nulis lagi. Bukan buat apa-apa siy, menulis itu buat saya seperti detox. buat buang sampah sama racun di otak dan hati. So, doakan saya!!! 😀

 

Apa pun rencana saya tahun 2014 nanti, yang paling penting pastinya tetap si BEE akan selalu jadi prioritas utama.

Well, kalian sendiri mau apa di tahun 2014 ? any wishes for 2014 ?

 

PS : Sepertinya ini akan jadi postingan saya yang pertama sekaligus terakhir di tahun 2013 yah… *blushing lalu ngumpet*

-NU-

 

HI, MIRACLE….

Sepekan lagi, menurut perhitungan sang ahli.
Katanya trimester pertama akan terlewati dan pada saat itu kamu sudah cukup kuat di dalam sana. Semoga… Harapku dalam hati, tak henti.

 

Lengkungan senyum tak henti terukir setiap kali membayangkan berakhirnya penantian ini.
Tidak ada satupun yang bisa menghalangi.
Tidak pun kelelahan dan sensasi memabukkan yang mengaduk-ngaduk perutku.
Semua dinikmati.

Ajaib…!!!

 

Tak ada lagi jari yang sibuk memainkan gulungan nikotin…
Tak ada lagi kepulan asap cairan berkafein menemani hari-hari….
Tak ada malam-malam panjang bercengkrama dengan siaran televisi tengah malam…
Tak ada keluhan atau rutukan…

 

Ajaib…!!!

Sekarang lemari pendingin hanya berisi susu terpasteurisasi yang dulu membuatku perutku selalu teraduk-aduk.
Sesendok manisnya madu setiap pagi, yang dulu membuat alisku berkerut aneh tiap kali mencecapnya.
Warna-warni buah dan sayur menemani waktu-waktu senggangku.

Ajaib….
Yah…ajaib…

Semua kebiasaan buruk yang dijalani oleh manusia keras kepala sedunia ini, sekejap bisaa berubah.

Tanpa keluhan…

Aku menyerah…

Tanpa Syarat…

Demi Kamu…

Ya… kamu si makhluk ajaib…
penghuni alam rahimku selama sebelas minggu ini.

-Meja Kerja-
19 July 2012

 

RASA ANONIM

Karena beberapa hal sebaiknya dibiarkan tak terungkap, maka aku memilih diam dan membiarkan rasa itu tak bernama. Aku tahu rasa itu terlalu liar untuk dibiarkan berkembang dan berlompatan kesana-kemari sesukanya. Ada dinding yang akan berderak karena tubrukan yang ditimbulkannya walaupun tak bisa dipungkiri ada kekaguman akan percikan yang ditimbulkan setiap kali rasa itu berlompatan kesana-kemari, menubruk tanpa kendali.

HATI – si produsen rasa yang tidak seharusnya diberi nama itu – memang tidak dapat ditebak. Ketika aku melonggarkan sedikit saja penjagaan atasnya, absen beberapa waktu saja untuk mendidiknya, dia berkhianat dan membuatku tersentak.

“Apakah ini rasa….. hmm…..?”

“bukan…. pasti bukan itu namanya!!!”

Karena RASA itu memang tidak seharusnya diberi nama.

MAKA NIKMAT BULAN APRIL MANAKAH YANG AKAN KAMU DUSTAKAN ?

Bulan April ini ada apa aja yah ??

1. 5-9 APRIL 2012 : Ada “getaway travel” dadakan abis ke BALI…. Gimana ga dadakan, kalau pesen tiket dan akomodasi baru seminggu sebelum keberangkatan, sementara tanggal yang saya pilih itu pas banget lagi peak season karena pas “long weekend”. So, harga tiket pun sombong benerrrr, ngajak miskin. Belum lagi insiden salah pesan tanggal kepulangan ke Jakarta oleh si kawan yang saya minta tolongin untuk memesankan tiket. Karenanya begitu tiba di BALI, tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan below  can describe what i call HOLIDAY :

THIS IS WHAT I CALL HOLIDAY

CHEERS BABY!!!!

 

HOLY..DAY!!!!

and this is…… HOLY SHIT!!!!!!

HOLY...SHIT!!!!

 Hahahahaha….. tidak perlu banyak cerita dan kata-kata, biar gambar-gambar itu bercerita sendiri…

2.  10 APRIL 2012 00:00 AM : touch down Jakarta dan menerima ucapan selamat bertubi-tubi via telpon, facebook dan twitter. Thanks buat doa-nya yah….. 😀 Walaupun saya sendiri tidak pernah merayakan dan tidak pernah memperlakukan hari lahir saya sendiri sebagai hari yang istimewa, tapi tetap saja ada rasa senang, bahagia dan merasa diperhatikan ketika menerima ucapan-ucapan selamat dari teman-teman dan orang tersayang. Dan untuk pertama kalinya, saya dapat “cuplis” dari kawan, berupa cheesecake yang ada lilin yang harus saya tiup sambil mengucapkan permohonan saya. Thank you yah….

3. Masih 10 APRIL 2012 : Pesan singkat di ponsel saya berbunyi, kebetulan saya berlangganan layanan pesan singkat navigasi dari bank tempat saya biasa menerima upah setiap akhir bulan setelah memburuh selama kurang lebih 25 hari kerja. Dan jeng…jeng…jeng…. angka yang tercantum membuat mata saya melotot dan lupa bernapas saking kagetnya. Hahahahaha, lebay yah…. intinya saya senang….. dan utang tiket serta akomodasi di Bali pun terbayar sudah dari situ.

SO, nikmat di bulan APRIL manakah yang bisa saya dustakan ??

(BUKAN) RUMPUT LIAR

Katanya,

Aku seperti rumput liar,

Tempatkan dia di mana saja, tak perlu air melimpah dan tak perlu dipupuk,

Di situ. di tempat itu dan sepanjang waktu dia akan tumbuh dan bertahan hidup.

 

Kalau saja beliau tahu kalau aku tidak setangguh yang beliau kira

Kalau saja beliau bisa mengerti kalau aku tidaklah selalu setabah yang beliau harapkan

Kalau saja masih tersisa sedikit ruang untuk aku menumpang meringkuk sebentar saja

karena aku sedang lelah

karena aku hanya butuh usapan di punggung

karena aku hanya manusia biasa

yang tidak tumbuh begitu saja seperti halnya

rumput liar…

 

 

SEKEDAR CORETAN YANG ENTAH

Garis bibir sedikit tertarik.

Senyum tersungging.

Tipis saja

Entah merayakan apa.

 

Tidak selayaknya dirayakan, tapi setidaknya cukup layak untuk dinikmati.

Seperti menikmati udara segar setelah seharian berkutat dengan kepengapan dan kepenatan.

Rasanya menyegarkan.

Ya, cuma butuh penyegaran, tidak lebih.

Mendidik hati membuatnya mampu mengontrol monster yang terkadang terbangun dari tidur panjangnya di dalam sana.

 

POSTING “COME BACK”

Waaaaaaa…..theme baruuuuu ‼ Iya…. Setelah delapan bulan dianggurin, saya bertekad  untuk kembali menulis dan kembali meracau di blog kesayangan saya ini.  Selain theme blog yang baru, ada beberapa hal baru yang mau saya ceritakan di sini. Well, sebenarnya sih udah nggak baru-baru amat, sudah tujuh bulan aja gitu. Hah? Udah mo nujuh bulanan?? Eits….. bukan itu kok, walopun penampakan saya sekarang buncit sangat, saya harus sampaikan bahwa saya belum hamil. Hehehehe, tujuh bulan maksud saya di sini adalah hal baru yang pertama saya alami yaitu :

1. NO LONGER  SINGLE

Iyes, saya sudah tujuh bulan sudah tidak lagi single alias sudah jadi istri si bibib semenjak pak penghulu ngomong “SAH” di omah sendok itu.  Bagaimana  rasanya abis menikah? Hm… Kalau ada  yang bilang semua kebiasaan yang tadinya belum ketahuan akan terbongkar setelah menikah, itu saya rasakan juga. Saya baru tahu kalau si bibib ini punya kebiasaan “gigi gemerutuk” ketika tidur dan hal itu bikin saya geli sendiri ketika pertama kali tahu. Tadinya saya pikir saya mendengar suara gigi gemerutuk saya sendiri. Ternyata oh ternyata….. sodara-sodara…. Saya juga punya kebiasaan yang sama, dan ada kalanya kami berdua jadi paduan gigi gemerutuk kalau pas kumatnya bersamaan. Masih banyak hal-hal lain yang mungkin pasangan lain juga merasakan, kaya odol yang dipencet selalu dari tengah, channel tv yang selalu dipndah-pindahin ga jelas mau nonton acara apa, belum lagi kalau pura-pura budeg kalau lagi nonton bola (hiiih, sumpah kalau yang ini sih saya nyerah deh, secara saya juga jaman lagi gila bola juga kaya gitu, hihihihihi).

Yang baru lainnya apa yah ?

2. NGEKOST/NGONTRAK BERDUA

Dari dulu, semenjak jaman kuliah, jarang banget saya sharing kamar apalagi tempat tidur dengan orang lain. Bukan apa-apa, selain karena kebiasaan tidur ala “pencak silat “ saya yang sudah pernah memakan korban, saya sendiri juga kurang nyaman kalau harus berbagi ruangan yang menurut saya adalah ruang privacy saya. Nah, waktu pertama kali pindahan, si bibib sampai geleng-geleng kepala melihat barang-barang saya yang memenuhi lebih dari setengah space kamar kost kami berdua, termasuk lemari pakaian dan rak sepatu yang habis saya jajah. Selama kurang lebih enam bulan ngekost ini, saya belum terlalu merasakan perbedaan yang signifikan soal pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan beres-beres kamar, karena semua sudah termasuk service kost yang disediakan. Tapi yang baru saya rasakan dan menurut saya cukup aneh adalah……….. mencuci pakaian dalam si bibib. Hahahahaha, aneh aja gitu rasanya nyuci pakaian dalam selain pakaian dalam saya sendiri. Tapi lebih aneh lagi, dan saya juga ga rela, kalau pakaian dalamnya dicuciin orang lain sih. Jadilah saya menjadikan ini PR yang baru. Kalau pakaian….wuih nehi-nehi bunjare lah. Serahkan saja pada jasa laundry yang sudah bertebaran di setiap sudut komplek or pinggir jalan.

Nah, sejak bulan Januari 2012 ini, kami memutuskan untuk pindah ke kontrakan mungil demi menghemat biaya tempat tinggal yang harus dialihkan ke pos yang lain. Yang ini tidak kalah hebohnya, karena kami harus mulai mengisinya dengan barang-barang yang tadinya tidak kami miliki karena selama ini sudah disediakan di kost. Kami mulai hunting satu persatu mulai kasur, lemari termasuk kompor portable,  daaannnnn ngomongin kompor, saya mulai kebiasaan baru…..

3. BELAJAR MASAK

Wow,… yang satu ini sih benar-benar hal baru buat saya, mengingat sejarah perkenalan saya dengan dunia masak-memasak yang bisa dibilang selalu berakhir dengan kegagalan. Bahkan mamak saya di Makassar pun geleng-geleng dengan ke”idiotan” saya dalam hal menghafal bumbu dan ukur-mengukur. Tapi, demi melengkapi status sebagai emak-emak, saya bela-belain deh belajar masak, nyontek dari resep online, nanya-nanya mbak-mbak pramuniaga di swalayan ketika harus belanja bumbu dan segala macam tips-tips masak yang Alhamdulillah sampai sekarang belum bisa saya hafalkan semuanya. Percobaan pertama, hasilnya, kalau mengutip kata-kata si bibib, “masih bisa dimakan”…. Wkwkwkwkwk…… maklum, namanya juga orang dodol nyoba masak, ada aja bumbu dan urutan memasukkan bahan yang tertukar. Setelah percobaan yang ketiga, barulah si bibib bilang “enak” sambil menambah porsi yang kedua dari masakan saya. Yihaaaa……senangnya kaya abis dapat promosi.

Hehehehehe…..sebenernya sih masih banyak yang pengen saya ceritain, tapi postingannya bisa bikin orang bosen bacanya nanti. Setidaknya postingan ini juga sekaligus jadi postingan “come back” di blog tercinta ini…. *tsaaahhhh*

(Tetep, karena ini postingan “come back”, boleh dong kalo saya ma si bibib narsis-narsisan dikit di sini….)

WE REFUSED TO SMILE...LET'S CEWAWAKAN..