DADU

Hidup seringkali harus dilanjutkan dengan cara yang tidak kita inginkan.

Seringkali,

sebagian besar begitu.

Atau ….

Mungkin aku yang sedang beruntung hari ini.

 

-frozzy-

Advertisements

POSTING “COME BACK”

Waaaaaaa…..theme baruuuuu ‼ Iya…. Setelah delapan bulan dianggurin, saya bertekad  untuk kembali menulis dan kembali meracau di blog kesayangan saya ini.  Selain theme blog yang baru, ada beberapa hal baru yang mau saya ceritakan di sini. Well, sebenarnya sih udah nggak baru-baru amat, sudah tujuh bulan aja gitu. Hah? Udah mo nujuh bulanan?? Eits….. bukan itu kok, walopun penampakan saya sekarang buncit sangat, saya harus sampaikan bahwa saya belum hamil. Hehehehe, tujuh bulan maksud saya di sini adalah hal baru yang pertama saya alami yaitu :

1. NO LONGER  SINGLE

Iyes, saya sudah tujuh bulan sudah tidak lagi single alias sudah jadi istri si bibib semenjak pak penghulu ngomong “SAH” di omah sendok itu.  Bagaimana  rasanya abis menikah? Hm… Kalau ada  yang bilang semua kebiasaan yang tadinya belum ketahuan akan terbongkar setelah menikah, itu saya rasakan juga. Saya baru tahu kalau si bibib ini punya kebiasaan “gigi gemerutuk” ketika tidur dan hal itu bikin saya geli sendiri ketika pertama kali tahu. Tadinya saya pikir saya mendengar suara gigi gemerutuk saya sendiri. Ternyata oh ternyata….. sodara-sodara…. Saya juga punya kebiasaan yang sama, dan ada kalanya kami berdua jadi paduan gigi gemerutuk kalau pas kumatnya bersamaan. Masih banyak hal-hal lain yang mungkin pasangan lain juga merasakan, kaya odol yang dipencet selalu dari tengah, channel tv yang selalu dipndah-pindahin ga jelas mau nonton acara apa, belum lagi kalau pura-pura budeg kalau lagi nonton bola (hiiih, sumpah kalau yang ini sih saya nyerah deh, secara saya juga jaman lagi gila bola juga kaya gitu, hihihihihi).

Yang baru lainnya apa yah ?

2. NGEKOST/NGONTRAK BERDUA

Dari dulu, semenjak jaman kuliah, jarang banget saya sharing kamar apalagi tempat tidur dengan orang lain. Bukan apa-apa, selain karena kebiasaan tidur ala “pencak silat “ saya yang sudah pernah memakan korban, saya sendiri juga kurang nyaman kalau harus berbagi ruangan yang menurut saya adalah ruang privacy saya. Nah, waktu pertama kali pindahan, si bibib sampai geleng-geleng kepala melihat barang-barang saya yang memenuhi lebih dari setengah space kamar kost kami berdua, termasuk lemari pakaian dan rak sepatu yang habis saya jajah. Selama kurang lebih enam bulan ngekost ini, saya belum terlalu merasakan perbedaan yang signifikan soal pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan beres-beres kamar, karena semua sudah termasuk service kost yang disediakan. Tapi yang baru saya rasakan dan menurut saya cukup aneh adalah……….. mencuci pakaian dalam si bibib. Hahahahaha, aneh aja gitu rasanya nyuci pakaian dalam selain pakaian dalam saya sendiri. Tapi lebih aneh lagi, dan saya juga ga rela, kalau pakaian dalamnya dicuciin orang lain sih. Jadilah saya menjadikan ini PR yang baru. Kalau pakaian….wuih nehi-nehi bunjare lah. Serahkan saja pada jasa laundry yang sudah bertebaran di setiap sudut komplek or pinggir jalan.

Nah, sejak bulan Januari 2012 ini, kami memutuskan untuk pindah ke kontrakan mungil demi menghemat biaya tempat tinggal yang harus dialihkan ke pos yang lain. Yang ini tidak kalah hebohnya, karena kami harus mulai mengisinya dengan barang-barang yang tadinya tidak kami miliki karena selama ini sudah disediakan di kost. Kami mulai hunting satu persatu mulai kasur, lemari termasuk kompor portable,  daaannnnn ngomongin kompor, saya mulai kebiasaan baru…..

3. BELAJAR MASAK

Wow,… yang satu ini sih benar-benar hal baru buat saya, mengingat sejarah perkenalan saya dengan dunia masak-memasak yang bisa dibilang selalu berakhir dengan kegagalan. Bahkan mamak saya di Makassar pun geleng-geleng dengan ke”idiotan” saya dalam hal menghafal bumbu dan ukur-mengukur. Tapi, demi melengkapi status sebagai emak-emak, saya bela-belain deh belajar masak, nyontek dari resep online, nanya-nanya mbak-mbak pramuniaga di swalayan ketika harus belanja bumbu dan segala macam tips-tips masak yang Alhamdulillah sampai sekarang belum bisa saya hafalkan semuanya. Percobaan pertama, hasilnya, kalau mengutip kata-kata si bibib, “masih bisa dimakan”…. Wkwkwkwkwk…… maklum, namanya juga orang dodol nyoba masak, ada aja bumbu dan urutan memasukkan bahan yang tertukar. Setelah percobaan yang ketiga, barulah si bibib bilang “enak” sambil menambah porsi yang kedua dari masakan saya. Yihaaaa……senangnya kaya abis dapat promosi.

Hehehehehe…..sebenernya sih masih banyak yang pengen saya ceritain, tapi postingannya bisa bikin orang bosen bacanya nanti. Setidaknya postingan ini juga sekaligus jadi postingan “come back” di blog tercinta ini…. *tsaaahhhh*

(Tetep, karena ini postingan “come back”, boleh dong kalo saya ma si bibib narsis-narsisan dikit di sini….)

WE REFUSED TO SMILE...LET'S CEWAWAKAN..