RINDU DALAM SECANGKIR KOPI

black-coffee-butterfly-1920x1080

Merindumu seperti menyesap kopi.

Hitam dan tanpa gula.

Menyesapnya perlahan menyadarkanku seketika dari mimpi.

Pahit.

Merindumu dan tak berbalas.

Begitu seterusnya sampai kopiku tandas.

Tak bersisa.

Tertinggal rindu yang tak selesai.

Bukan kamu yang tak nyata

Tapi rasa yang tak kunjung bersua.

-SELAMAT MENUNAIKAN RINDU-

MAKA NIKMAT BULAN APRIL MANAKAH YANG AKAN KAMU DUSTAKAN ?

Bulan April ini ada apa aja yah ??

1. 5-9 APRIL 2012 : Ada “getaway travel” dadakan abis ke BALI…. Gimana ga dadakan, kalau pesen tiket dan akomodasi baru seminggu sebelum keberangkatan, sementara tanggal yang saya pilih itu pas banget lagi peak season karena pas “long weekend”. So, harga tiket pun sombong benerrrr, ngajak miskin. Belum lagi insiden salah pesan tanggal kepulangan ke Jakarta oleh si kawan yang saya minta tolongin untuk memesankan tiket. Karenanya begitu tiba di BALI, tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan below  can describe what i call HOLIDAY :

THIS IS WHAT I CALL HOLIDAY

CHEERS BABY!!!!

 

HOLY..DAY!!!!

and this is…… HOLY SHIT!!!!!!

HOLY...SHIT!!!!

 Hahahahaha….. tidak perlu banyak cerita dan kata-kata, biar gambar-gambar itu bercerita sendiri…

2.  10 APRIL 2012 00:00 AM : touch down Jakarta dan menerima ucapan selamat bertubi-tubi via telpon, facebook dan twitter. Thanks buat doa-nya yah….. 😀 Walaupun saya sendiri tidak pernah merayakan dan tidak pernah memperlakukan hari lahir saya sendiri sebagai hari yang istimewa, tapi tetap saja ada rasa senang, bahagia dan merasa diperhatikan ketika menerima ucapan-ucapan selamat dari teman-teman dan orang tersayang. Dan untuk pertama kalinya, saya dapat “cuplis” dari kawan, berupa cheesecake yang ada lilin yang harus saya tiup sambil mengucapkan permohonan saya. Thank you yah….

3. Masih 10 APRIL 2012 : Pesan singkat di ponsel saya berbunyi, kebetulan saya berlangganan layanan pesan singkat navigasi dari bank tempat saya biasa menerima upah setiap akhir bulan setelah memburuh selama kurang lebih 25 hari kerja. Dan jeng…jeng…jeng…. angka yang tercantum membuat mata saya melotot dan lupa bernapas saking kagetnya. Hahahahaha, lebay yah…. intinya saya senang….. dan utang tiket serta akomodasi di Bali pun terbayar sudah dari situ.

SO, nikmat di bulan APRIL manakah yang bisa saya dustakan ??

POSTING “COME BACK”

Waaaaaaa…..theme baruuuuu ‼ Iya…. Setelah delapan bulan dianggurin, saya bertekad  untuk kembali menulis dan kembali meracau di blog kesayangan saya ini.  Selain theme blog yang baru, ada beberapa hal baru yang mau saya ceritakan di sini. Well, sebenarnya sih udah nggak baru-baru amat, sudah tujuh bulan aja gitu. Hah? Udah mo nujuh bulanan?? Eits….. bukan itu kok, walopun penampakan saya sekarang buncit sangat, saya harus sampaikan bahwa saya belum hamil. Hehehehe, tujuh bulan maksud saya di sini adalah hal baru yang pertama saya alami yaitu :

1. NO LONGER  SINGLE

Iyes, saya sudah tujuh bulan sudah tidak lagi single alias sudah jadi istri si bibib semenjak pak penghulu ngomong “SAH” di omah sendok itu.  Bagaimana  rasanya abis menikah? Hm… Kalau ada  yang bilang semua kebiasaan yang tadinya belum ketahuan akan terbongkar setelah menikah, itu saya rasakan juga. Saya baru tahu kalau si bibib ini punya kebiasaan “gigi gemerutuk” ketika tidur dan hal itu bikin saya geli sendiri ketika pertama kali tahu. Tadinya saya pikir saya mendengar suara gigi gemerutuk saya sendiri. Ternyata oh ternyata….. sodara-sodara…. Saya juga punya kebiasaan yang sama, dan ada kalanya kami berdua jadi paduan gigi gemerutuk kalau pas kumatnya bersamaan. Masih banyak hal-hal lain yang mungkin pasangan lain juga merasakan, kaya odol yang dipencet selalu dari tengah, channel tv yang selalu dipndah-pindahin ga jelas mau nonton acara apa, belum lagi kalau pura-pura budeg kalau lagi nonton bola (hiiih, sumpah kalau yang ini sih saya nyerah deh, secara saya juga jaman lagi gila bola juga kaya gitu, hihihihihi).

Yang baru lainnya apa yah ?

2. NGEKOST/NGONTRAK BERDUA

Dari dulu, semenjak jaman kuliah, jarang banget saya sharing kamar apalagi tempat tidur dengan orang lain. Bukan apa-apa, selain karena kebiasaan tidur ala “pencak silat “ saya yang sudah pernah memakan korban, saya sendiri juga kurang nyaman kalau harus berbagi ruangan yang menurut saya adalah ruang privacy saya. Nah, waktu pertama kali pindahan, si bibib sampai geleng-geleng kepala melihat barang-barang saya yang memenuhi lebih dari setengah space kamar kost kami berdua, termasuk lemari pakaian dan rak sepatu yang habis saya jajah. Selama kurang lebih enam bulan ngekost ini, saya belum terlalu merasakan perbedaan yang signifikan soal pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan beres-beres kamar, karena semua sudah termasuk service kost yang disediakan. Tapi yang baru saya rasakan dan menurut saya cukup aneh adalah……….. mencuci pakaian dalam si bibib. Hahahahaha, aneh aja gitu rasanya nyuci pakaian dalam selain pakaian dalam saya sendiri. Tapi lebih aneh lagi, dan saya juga ga rela, kalau pakaian dalamnya dicuciin orang lain sih. Jadilah saya menjadikan ini PR yang baru. Kalau pakaian….wuih nehi-nehi bunjare lah. Serahkan saja pada jasa laundry yang sudah bertebaran di setiap sudut komplek or pinggir jalan.

Nah, sejak bulan Januari 2012 ini, kami memutuskan untuk pindah ke kontrakan mungil demi menghemat biaya tempat tinggal yang harus dialihkan ke pos yang lain. Yang ini tidak kalah hebohnya, karena kami harus mulai mengisinya dengan barang-barang yang tadinya tidak kami miliki karena selama ini sudah disediakan di kost. Kami mulai hunting satu persatu mulai kasur, lemari termasuk kompor portable,  daaannnnn ngomongin kompor, saya mulai kebiasaan baru…..

3. BELAJAR MASAK

Wow,… yang satu ini sih benar-benar hal baru buat saya, mengingat sejarah perkenalan saya dengan dunia masak-memasak yang bisa dibilang selalu berakhir dengan kegagalan. Bahkan mamak saya di Makassar pun geleng-geleng dengan ke”idiotan” saya dalam hal menghafal bumbu dan ukur-mengukur. Tapi, demi melengkapi status sebagai emak-emak, saya bela-belain deh belajar masak, nyontek dari resep online, nanya-nanya mbak-mbak pramuniaga di swalayan ketika harus belanja bumbu dan segala macam tips-tips masak yang Alhamdulillah sampai sekarang belum bisa saya hafalkan semuanya. Percobaan pertama, hasilnya, kalau mengutip kata-kata si bibib, “masih bisa dimakan”…. Wkwkwkwkwk…… maklum, namanya juga orang dodol nyoba masak, ada aja bumbu dan urutan memasukkan bahan yang tertukar. Setelah percobaan yang ketiga, barulah si bibib bilang “enak” sambil menambah porsi yang kedua dari masakan saya. Yihaaaa……senangnya kaya abis dapat promosi.

Hehehehehe…..sebenernya sih masih banyak yang pengen saya ceritain, tapi postingannya bisa bikin orang bosen bacanya nanti. Setidaknya postingan ini juga sekaligus jadi postingan “come back” di blog tercinta ini…. *tsaaahhhh*

(Tetep, karena ini postingan “come back”, boleh dong kalo saya ma si bibib narsis-narsisan dikit di sini….)

WE REFUSED TO SMILE...LET'S CEWAWAKAN..

PERIH BERDARAH-DARAH

Liburan panjang akhir pekan sudah berakhir – walaupun panjang tidak selalu berarti cukup *halah*, tapi buat saya rasa perih yang ditimbulkan luka itu masih terasa. Iya, perih…perih dalam arti sebenarnya, perih terutama ketika bekas lukanya tersiram air. Apa sih…berlebihan banget rasanya. Iya, lebay, terserah deh, mumpung lagi PMS juga *halah, apa hubungannya coba*. Jadi sebenarnya, ini ada hubungannya dengan status lebay saya di Twitter dan FB “perih berdarah – salon horror” itu. Betul sekali!!! Salon horror itu yang menyebabkan bekas-bekas luka di keempat jari saya. Ceritanya berawal karena kemalasan saya untuk berangkat ke salon langganan yang ada di daerah sudirman, yang mana perlu sedikit usaha naik kendaraan umum untuk sampai ke sana. Akhirnya saya iseng mencoba salon yang baru buka di dekat kosan saya. Eke pengen krembong sama menikur aja sih, jadi eke pikir sejam cukuplah, secara rambut eke juga seadanya *halah, begitu ngomong salon, mendadak bahasa saya jadi ngondek begindang*. Oke, back to normal, akhirnya saya pun mulai dikrembong, eh di krimbat sambil dipijit-pijit oleh mbak-mbak pegawai salonnya, sementara yang mbaknya yang satu lagi mulai mengoleskan krim kutikula di jari-jari saya yang imut-imut dan…..jreng…jreng….*background musik horror* di situlah bencana bermula. Si mbak mulai mengikis sekeliling kuku saya dengan cara yang tidak biasa, tidak biasa karena di salon langganan saya biasanya tidak menggunakan alat itu, dan pastinya tidak sesakit itu sampai darah mulai ngocorrr..ok, lebay, maksudnya darah mulai keluar dari sela-sela kulit saya, dan saya mulai curiga kalau mbaknya rada psycho, karena semakin saya meringis dan menarik tangan saya karena merasa kesakitan, ekspresi mbaknya tetap datar, sedatar pantat panci mamak saya yang dipakai memasak pallumara. Padahal saya sudah ngomel-ngomel dan akhirnya minta kukunya disunat aja eh maksudnya dipotong aja, ga usah pake dibersihin kutikulanya.

Singkatnya, saya langsung kapok ke salon itu lagi. SALON HORROR…. Hm, anyway, ini kasus kedua saya yang berhubungan dengan salon, cuma bedanya sekarang tidak melibatkan binan alias banci salon. Hyuuuukkk…….

Note : kenapa saya tidak selebay ini kalau kuku kaki saya yang berdarah-darah karena saya sunat sendiri yah ??

L.E.B.AY

Halah…tadi pagi dengan mata masih kiyep-kiyep,  niat saya untuk ngulet 15 menit sebelum ngacir ke kamar mandi (fyi, walaupun sudah telat bangun, saya tetap wajib ngulet) jadi batal karena perhatian saya teralihkan ke TV, “kabar pagi”, mata saya membelalak memandang bulatan-bulatan yang disajikan di mangkok dengan kuah panas-panas di layar TV. Perut saya mendadak berdendang ala keroncong, “argh….bikin laper aja nih” rutuk saya sembari menyibak selimut yang sejak malam menutup kaki saya sembari  meraih remote TV, membesarkan volumenya.

Dan kalimat selanjutnya membuat saya muak. What ? Obama mau disuguhin bakso ? Omigod….Obama lagi…Obama lagi!!! Segala macam tayangan di TV tentang rencana kedatangan Obama membuat saya muak. Bukan, saya bukan muak dengan Obama, tapi saya muak dengan segala tayangan yang menceritakan tentang keberadaan Obama di Indonesia sewaktu kecil.  Saya muak dengan segala cerita-cerita dan rencana-rencana L.E.B.A.Y. untuk menyambut kedatangan Obama.  Saya kira euphoria orang Indonesia tentang Obama yang pernah menjalani masa kecilnya (walaupun cuma sebentar) sudah berlalu setelah Obama terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (sumpah, saya nggak ada bangga-bangganya sama dia karena itu), ternyata sekarang euphoria itu terjadi lagi. Semua hal menyangkut dia jadi dilebih-lebihkan alias L.E.B.A.Y.  Bangga karena Obama pernah tinggal di Indonesia, LEBAYYYYY….so what kalau OBAMA pernah tinggal di Indonesia ? pengangguran di Indonesia bisa berkurang ? jumlah bayi dengan gizi buruk bisa menurun ? kesejahteraan petani bisa meningkat ? Naïf sekali sih kalau berharap kedatangan Obama yang katanya kunjungan nostalgia bisa membawa perubahan buat negaraku tercinta ini. Basi….! Kenapa bukan anak-anak berprestasi dari Tim Olimpiade Fisika yang jelas-jelas membawa nama harum Indonesia setiap tahunnya dengan membawa pulang medali emas dan penghargaan prestisius lainnya yang dibuatkan sebuah tayangan khusus, kalau perlu rutin, hitung-hitung untuk mendongkrak motivasi anak-anak Indonesia lainnya. Ah….mungkin saya yang terlalu naïf.

NEXT PLANET, PLEASE …

Ilustrasi 1 :
Posesif atau memang nggak bisa membedakan nama perempuan dan laki-laki
Ce : iya, halo ayang…
Co : halo, kamu lagi ngapain ?
Ce : ini lagi lunch sama temen2 aku, lagi ngobrol seru nih, tar kamu telpon lagi yah.
Co : emang kamu lagi ngobrol sama siapa sih?
Ce : si anu sama si inu … (note : keduanya cewe juga)
Co : ya udah, salam aja buat gebetannya yah…
KLIK….
Ce : Lhaaa…masa dia bilang salam aja buat gebetannya sih..
Saya : GUBRAKKKK….

Ilustrasi 2 :
Somebody pleaseee… ?
Ce : boleh nggak kalo aku sedang tidak ingin bersuara sekarang
Co : boleh
Ce : thank you
Co : tapi 10 detik aja boleh nggak ? coz I miss you so much
Ce : what ? gubrakkk…

Ilustrasi 3 :
Laki-laki feminine mungkin ?
Co : aku hargai kalau kamu sedang ingin sendiri dulu,
Ce : *tetep diem aja*
Co : tapi sebenarnya kamu sayang sama aku nggak sih ? *diucapkan ketika sedang ngadem setelah brantem*
Ce : Haa????

Ilustrasi di atas adalah kejadian nyata yang dialami oleh beberapa teman-teman perempuan saya dengan pacarnya masing-masing. Dan yang bisa terlontar dari mulut saya hanyalah : ASTAGHFIRULLAH, dunia udah mo kiamat apa yah ? kenapa makhluk Mars sekarang pada jadi feminine begini ? Saya makin bingung sama makhluk yang katanya dari planet Mars ini, katanya mereka sulit sekali menebak isi pikiran dan maunya makhluk dari planet Venus, tapi kok tanpa mereka sadari kelakuannya yang nagging begitu malah kaya makhluk planet Venus yah ? Ah, mendadak planet Venus terasa sesak.

Note : Rasanya saya harus bersyukur karena punya Bibib. Atau jangan-jangan saya harus curiga kalo dia bukan dari planet Mars ?? heheheheh

PEREMPUAN BERSAYAP SATU DAN LELAKI PERAPAL MANTRA

Beruntungnya diriku memilikimu

Berikan cahaya temani langkahku

Andai sejak dulu kau ada di sini

Pasti tak akan ada cinta yang lain. (Yovie and Nuno –sejuta cinta)

Hari mulai beranjak larut. Udara yang sebelumnya tidak bersahabat mulai terasa sejuk di kulit walaupun sedikit lebih kencang dari biasanya. Perlahan ia rapatkan jaket yang sebelumnya hanya ia sampirkan di bangku yang ia tempati duduk. Sementara itu, di seberangnya sejak tadi seseorang mengawasi, nampaknya sudah sangat hafal dengan kebiasaan si perempuan berjaket itu. Sang perempuan berjaket bukannya tak awas, hanya tinggal menghitung waktu, sang pria akan segera menghampirinya. Entahlah, instingnya cukup kuat untuk hal demikian. Bukanlah hal yang membutuhkan hitungan atau pun rumus yang rumit untuk segera menterjemahkan gelagat pria di seberangnya itu. Tidak lama kemudian, sang pria pun menghampiri.

“Kamu perempuan yang bersayap satu itu, kan ? “ tanya si pria, tanpa permisi,  sambil menghempaskan pantatnya di sebelah perempuan itu.

“Ya, dan kamu adalah pangeran pemanggil hujan, kan ?”  jawab si perempuan berjubah seraya sedikit memiringkan tubuhnya ke arah pria tadi. Tak lama kemudian, tawa pecah membahana di taman itu, keduanya berjabat tangan layaknya dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.

“Sudah lama kamu tidak kesini. Entah sudah beberapa orang yang bergantian duduk di tempat kamu duduk sekarang ini. Eh, tapi bagaimana kamu tahu kalau akulah si pemanggil hujan? Rasanya aku selalu merapalkan mantra itu dalam hati” tanya sang pangeran.

“Karena taman ini adalah taman kenangan, taman yang menyimpan semua kenangan menyedihkan dan tempat membasuh luka. Kamu selalu ada di sini. Dan tidak lama setelah kamu menyunggingkan senyum yang khas itu, bulir-bulir hujan pun perlahan turun.”

“lantas kenapa kamu kembali kesini ? bukankah ketika itu kamu bilang sayap itu sudah tergenapkan ?”

“Akan kuralat sejak sekarang. Aku tidak perlu sayap lagi. Sayap patah yang dulu biasa kau lihat, akan kukubur di taman ini. Aku bahkan tidak lagi berhasrat menggenapkannya menjadi sepasang sayap indah. Sekali lagi aku tidak butuh sayap.”

“kenapa ?”

“Aku tidak ingin terbang dan tidak perlu meraih bintang-bintang di langit. Aku hanya ingin menjejakkan kaki di bumi. Berjalan bersisian denganmu. Tidak perlu takut akan jatuh atau tersandung, karena aku tahu akan selalu ada kamu, mengulurkan tangan untuk membantuku bangkit, ataupun menggandengku menjejakkan kaki bersamamu. Tidak perlu hidup yang luar biasa, karena kita hanyalah orang biasa yang berusaha memaknai hidup yang tidak biasa ini dengan cara yang sedikit tidak biasa. Karena itulah yang nyata dan sempurna.

“bagaimana kalau aku suatu saat melukaimu atau menyakitimu ?

“kan ada taman luka..”sahutnya sambil tergelak. “ aku tidak akan pernah lupa dengan taman ini. Taman kenangan dan taman tempat mengubur luka. Bukankah itu juga sebabnya kenapa taman ini disebut taman luka kan ? dan bukankah akan selalu ada kau, yang akan merapalkan mantra hujan, untuk menemani mereka yang sedang terluka, membantu mereka menyamarkan tetes-tetes bening yang tidak sanggup dibendung ? Taman ini akan selalu jadi tempatku kembali ketika aku butuh tempat untuk mengubur lukaku, ketika aku butuh air untuk membasuh lukaku”

“dan tentunya jauh lebih mudah untuk memelukmu tanpa sayap itu lagi”

——————————————————————————————————————————————-

Kebekuan itu mencair sudah….

Tembok tebal itu runtuh sudah

Hangat dan lapang…

—————————————————————————————————————————————–

Menyusun kembali kepingan puzzles yang dulu sempat terserak setelah mengumpulkan segala keberanian dan kekuatan yang pernah hilang. Tak hanya ada tangan ini, tapi ada tangan lainnya yang akan melakukan ini bersama. Menyusun kepingan puzzles masa depan.

Semoga.

Tak perlu takut salah meletakkan kepingan-kepingan itu, karena ada dia yang akan membetulkannya.

Tak perlu bingung bila kepingannya salah satu ada yang hilang, karena dia akan membantu menemukannya kembali dan menyempurnakan susunan kepingan puzzles itu.

Semoga.

Note : postingan ini sebenarnya terinspirasi dari avatar yang dibuatin sama macangadungan atas request dari saya.  Thank you yah, Le’..eh…can.. 😀

1ST ANNIVERSARY SI KULKAS

 

24 November 2008, 77 postingan dan 1302 komen kemudian, tak terasa sudah genap setahun saya nge-blog di sini, tempat yang saya kasih nama Frozen’s Thought—tapi akhirnya saya lebih senang menyebutnya sebagai KULKAS. Lucu rasanya bisa sampai di titik ini, mengingat track record saya yang tidak pernah bisa konsisten me-maintain sesuatu, termasuk relationship *halah sempet2nya curcol* Tadinya saya pikir blog ini kalau nggak rusak, hilang, atau terlantar begitu saja. tapi rasanya dia  pun mulai bertransformasi (tsaaahhh sok intelek bahasanya) baik itu dari segi isi maupun penulisnya. (Menurut saya) tulisan-tulisan pengisi kulkas di sini perlahan-lahan berubah, tanpa saya sengaja dan saya rencanakan. Tulisan-tulisan buah dari imajinasi liar saya yang beterbangan bak kupu-kupu aksara di otak saya, yang tadinya gloomy doomy, dark, cynical, mulai berubah jadi tulisan yang lebih nyata, lebih bersemangat. Hm… Apalagi yah? Entahlah. Rasanya… berbeda saja. Antara postingan pertama dan postingan yang baru-baru ini. Tidak hanya itu, saya sendiri sebagai yang punya kulkas mulai tidak konsisten anonimitasnya. Saya yang tidak mampu menolak ajakan untuk berfoto-foto ketika ajang kopdar dengan kawan-kawan bloger lain, atau jauh di bawah alam sadar, saya sesungguhnya memang banci tampil? Entahlah.

Selama setahun nge-blog, saya jadi menemukan banyak hal yang saya kira hanya ada di dunia nyata. Siapa sangka, setelah diajarin blogwalking (ini juga istilah baru buat saya ketika itu) oleh si macangadungan, saya menemukan blog-blog yang empunya (katanya) digelari seleblog. Seleblog? Apa itu seleblog? Dari beberapa sumber yang sama ngaconya dengan saya, mereka menjawab begini:

“Namanya juga seleb, ya ngetop lah blog-nya…” *dalam hati saya mikir, kok saya nggak kenal… Halah, dasar saya yang ndeso!*

“Seleblog ituh kalo komen minimal yang ada di postingannya di atas 30.” *hah, baru tau saya kalo jumlah komen juga bisa jadi salah satu variabel menjadi seleb. Kirain komen itu cuma semacam parameter kalo blog itu banyak yang baca. Atow jangan-jangan bloger lain berkunjung ke sana karena embel-embel selebnya? Ah… Logika saya ko makin nggak nyambung, malah sibuk monolog sendiri*

Anyway, speaking of the devil, and the devil adalah seleb termasuk seleb blog (saya yakin nggak akan nada yang tersinggung soalnya pasti tengsin kalo ngaku-ngaku seleb–mana ada seleb ngaku–halah makin ngaco saya, minta ditampar), saya jadi ingat si Adam Lambert, seleb Amerika yang jadi artis penutup di American Music Award yang saya tonton semalam. Sebelumnya dia bukan siapa-siapa, tapi setelah terpilih jadi runner-up di kontes pencarian bakat terkenal seantero dunia-American Idol-namanya langsung melejit, belum lagi ditambah dengan sensasi yang tercipta karena dia dengan gagah berani mengakui dirinya sebagai GAY(ung).

So… Saya mo ngomongin apa sih sebenarnya? I don’t know. Mungkin setahun saya nge-blog saya ingin sedikit nyinyir soal gelar seleblog yang sering saya dengar selama ini. Kenapa saya nyinyir? Because that’s who I am. Dan saya memutuskan membiarkan pertanyaan mengenai variabel apa saja yang membuat seseorang ditasbihkan menjadi seleblog mengendap di dalam pikiran sambil mengamini saja walaupun sebagian dari otak saya masih ada yang berteriak “Ya owoh… Yang beginih nih pengen jadi seleblog??”

Note : YANG NGGAK SUKA, MARI TAMPAR SAYA RAME-RAME DI 1ST ANNIVERSARY SI FROZZY.

NGONDEK LAGI (HYUUUKK)

Kulkas ini lama-lama makin tak terurus isinya. Otak sedang stagnan sepertinya. Tapi bukan karena hati tidak sedang baik-baik saja, justru hati masih normal-normal saja. Jenuh mungkin ? Lihatlah, bahkan membuka kulkas sendiri saja susahnya minta ampun. Tapi tetap saja ada cerita yang ingin saya bagi di sini. Berminat ? mari …..!

“lho…sapa yang nyuruh duduk di sini” tanyanya dengan nada nyinyir ditengah keriuhan dan kesibukan yang sedang diblow job, manicure-pedicure, potong rambut, creambath atau sekedar nangkring menunggu teman atau pacar yang sedang dimanjakan di situ.

“lha…saya tadi disuruh duduk di sini sama mbak yang mo manicure saya” meneketehejawab si pelanggan dengan nada polos.

“iya, sama mbak siapa, ini kan tadi tempat customer saya” cecarnya si banci salon.kesel

“wah, nyolot banget nih moncong si banci ketimpring” sahut si pelanggan dalam hati seraya menghela napas, “ iya, saya ga tau nama mbaknya, lagian ini kursi milik salon kan bukan customer situ ?”

Dan jawaban si pelanggan hanya dibales dengan lengosan dan tendangan tendangke sebuah bangku yang sayangnya apesnya terletak di dekat si pelanggan hingga tendangan si banci ketimpring, alih-alih memasukkan bola ke gawang, malah menyebabkan bangku itu terlempar ke arah si pelanggan. Tanpa basa-basi, si pelanggan yang memang kondisi kejiwaannya sedang terganggu labil akibat PMS langsung beranjak mencari manager yang bertanggung jawab di salon itu, mengadukan kelakuan si kucing garong banci ketimpring itu. Akhirnya si banci ketimpring pun diseret ke meja terdakwa dan dihukum untuk meminta maaf  plispada si pelanggan. Dasar emang banci ketimpring, sensitifnya suka lebih parah daripada perempuan tulen yang sedang kena PMS, hanya mengulurkan tangannya, mengucap kata tobat maaf dengan wajah dipalingkan ke arah lain. Si pelanggan pun nggak mau kalah, “eh, cong, lo ga mau minta maaf juga ga papa yah, ga penting! Masih untung gue ga nyuruh lo ngguntingin kuku kaki gue pake gigi lo.”tonjok

phewYah begitu deh sebagian kecil potret pelayanan konsumen di negara ini. Slogan yang menyatakan “pembeli adalah raja” tidak selamanya berlaku secara umum di sini. Slogan ini hanyalah berlaku kalau kita berpenampilan layaknya raja atau ratu atau malah kalau kita punya tampang cantik dan ganteng atau kelihatannya berdompet tebal, maka kita akan dilayani dengan pelayanan prima. Walaupun tidak sedikit juga penjual barang ataupun jasa yang tidak pandang bulu pada pelanggannya dalam memberikan pelayanan pada mereka. Hm, binunkayanya lain kali kalo mo nyalon gitu, saya musti dandan ala ibu-ibu pejabat yang rambutnya disasak macam sarang tawon gitu, baru dilayanin, ato kudu pake tas bermerk sama sandal yang haknya setebel Desk Reference of Indonesian Law (sokkkk banget saya yah nyebut buku ini, dibaca sekali juga puyeng…) baru saya dapat pelayanan prima…hihihihihi….lirik

Update :

  1. kemarin make up artist….abis itu banci salon….ya oloh….NGONDEK MULUUUUU, besok-besok ngondek apalagi yah ? hiiihhhh *bergidik ngeri* amit-amittttttt…!!!!
  2. Masih stop merokok sampai hari ini, asli nggak pake nyolong-nyolong (?), tapi kenapa justru di bulan ketiga rasanya ko siksaaaaa bangetttttt……… help me….!!!! jedug

BAPAK KOST KU (BUKAN) TUKANG KAYU

1)

“Neng…..bukain pintu dong, neng. Abang bawa martabak ini. Haah ? apa ? ya ampun, neng, abang kan cuman ngobrol doang ama si tukang serabi. Nggak ngapa-ngapain kok” ini  ilustrasi suami yang nggak dibukain pintu ama bininya gara-gara ketangkep basah lagi ganjen-ganjenan ama tukang serabi di pengkolan.

2)

“Yah…dikonciin lagi deh. Gini deh kalo kemaleman pulangnya ga dikasih megang kunci gerbang pula” ilustrasi kosan cewek yang tidak membolehkan penghuninya pulang larut demi menjaga imej kosan dan nama baik pemilik kosan tentunya.

3)

“ampun, mam….ampun…. bukain pintunya mam, dingin di sini…..” kalau yang ini amit-amit deh, jangan samapi kejadian, orangtua mengurung anaknya di kamar mandi seperti itu.

Jadi, sebenarnya saya mau ngomongin apa yah di sini ? Ngomongin tukang serabi kah ? bukan..bukan… Saya cuma mau cerita pengalaman kemarin. Seperti biasa, setelah diantar pulang sama si teko ajaib (tentu saja dalam keadaan kenyang dan mengantuk sangat), saya pun langsung masuk kamar mandi, tapi karena kamar mandinya di luar, jadi saya mengunci kamar saya dulu baru mandi. Setelah mau masuk ke kamar lagi…jreng..jreng….mendadak kunci kamar saya macet, tidak  mau memutar. Ok, tenang jangan panik, gumam saya sambil berusaha mengulang lagi, kali ini dengan ucapan bismillahirrahmanirrahiim..sambil berharap kejadian tadi tidak berulang lagi. Tapiiii……ternyata harapan saya tidak sesuai kenyataan. Sang kunci tetap tidak bergeming dan saya mulai dibuat emosi dengan keadaan ini. Saya mulai memutar-mutar kuncinya dengan amarah, sampai tangan saya memerah karena dipakai memutar kunci dengan penuh tenaga, padahal dalam hati saya tau usaha saya itu sia-sia.

round_the_world.1191310740.jess-and-ix-locked-out-of-the-house

Akhirnya saya ke bawah mencari bapak kost saya, minjem kunci serep sekalian laporan kalau kunci punya saya macet. Ternyata sama aja cin…..yang salah emang slot kuncinya, macet aja gitu dulu. Argh…….saya mulai bete, nunggu kaya orang bego, bengong, ga bisa maenan hape, karena hape dan semua pernak-pernik buat killing time yah ada di kamar itu. Si bapak kost pun punya ide buat membongkar saja pintunya memakai obeng.

Bapak Kost     : bentar yah, gue ambil obeng dulu

Saya                : ha? Obeng ?buat apa, mas ?

Bapak Kost     : kita bongkar aja yah mbak *dengan nada setengah ga pede*

Saya                : Yah, bolehlah dioba mas *dalam hati yakin pasti usaha ini sia-sia, pintunya cuma bisa didobrak (dasar tidak sabaran dan emang berjiwa anarkis) kalau nggak musti bongkar jendela dan bongkar pintunya dari dalam (nah lho, berjiwa tukang juga saya yah.)diem

Ternyata benar aja, setelah membongkar gagangnya, selanjutnya tidak ada lagi yang bisa dilakuin dan akhirnya bapak kost saya pun menyerah meneketehedan lantas menelpon Pak Cipto, sang tukang yang dulu memasang pintu untuk kamar saya ini. Saya cuma bisa bengong dan menarik napas panjang – pasrah – waktu dengar kalau Pak Cipto ini harus diimpor langsung dari Depok….wkwkwkwkw….jadilah saya menggelandang di ruang tamu kosan sambil menunggu si Pak Cipto itu datang. Hm…Depok –Pancoran mayan juga tuh nunggunya, bisa manyun plus mati gaya, mana sudah stop merokok pula…

Bapak Kost     : Mbak, ke bawah aja dulu yuk, nunggu di ruang tamu aja dulu. Pak cipto lagi on the way ke sini, dari Depok gue suruh naik ojek.

Saya                : Wah ??? haduh….. *abis itu bengong dan manyun*

Bapak Kost     : di bawah lagi ada kakak gue tuh, ngerokok bareng aja biar ga BT.

Saya                : Lah…mas, aku kan udah brenti merokok sekarang. *ada nada bangga terselip di situ*

Bapak Kost     : Oiya yah….dari puasa kemaren itu yah ? ihhh…hebattt… pantesan ada yang beda…tapi kok lo malah kurusan sih, plus lebih cerah gitu mukanya. *dengan nada tetep ngondek, cin..*

Saya                : Oya ? kurusan ?? masa sih ? *mulai khawatir, ni beneran muji apa nyindir*. binunHehehehe……

Anyway, setelah hampir sejam lebih nungguin tukang plus dengerin curhatin si kakaknya bapak kost yang katanya lagi masukin gugatan cerainya ke pengadilan agama (buset kirain sekarang lagi musim mangga, ternyata lagi musim cerai juga yah…cerrrrraaaiiii dimana-mana *sigh*), – tentunya tidak sambil merokok – akhirnya kamar saya dibongkar, dan ternyata benar seperti dugaan saya, mulai dari membongkar jendela dan teralis, baru si tukang membuka engsel pintu dari dalam, dan akhirnya baru saya bisa masuk. Tapi ada kalimat dari bapak kost saya yang sebenarnya membuat saya pengen ngakak guling-guling, tapi berhubung dia punya title “bapak kost” di jidatnya, ketawanya saya tahan sampai sakit perut.

Saya                : Mas, (asik kan manggil bapak kost dengan sebutan ini) nanti kuncinya diganti aja kali  yah, tar  aku malah kekunci dari dalam, kan lebih serem tuh.

Bapak Kost     : Iya mbak, besok tukangnya kerjain, sekarang yang penting mbak-nya bisa masuk dulu, ksian udah malem, kecapean kan musti istirahat (jawab si bapak kost sembari memperhatikan kerjaan tukang). Ih, kalo gue sih mending disuruh make-up in 1000 orang daripada ngerjain bongkar-bongkar kaya beginian.

Saya                : (dalam hati sambil menahan tawa) ya iyalah….megang obeng aja

keder. Lebih cocok megang kuas blush on aja deh, udah….(hihihihihihihihi)hihi

Aaaaaakhirnya…..setelah 3 jam menggelandang di ruang tamu kosan, dapur bapak kos nonton tv (ah sinetron pun tak apalah daripada ngerokok), kamar saya bisa dimasuki lagi, walaupun tidak bisa dikunci, hanya mengandalkan slot kecil aja. So….moral of the story adalah, pilihlah kosan yang bapak kost-nya jago benerin rumah, biar ga perlu nunggu lama manggil tukang kalo harus ada perbaikan kecil…heheheheh….

Note : gambarnya saya pinjem dari sini

Updates :

1. 65 hari sudah saya tidak menyentuh nikotin alias tidak merokok… yippeeee

2. skor 2-3 untuk Madrid vs Milan  di Liga Champion semalam… yipeeee…forza Milan…hail to bebek Pato untuk sumbangan 2 golnya… (kenapa bebek yah ? hm…entahlah..)