PERTARUNGAN

Meja bundar.

Ada dia yang acuh, dan dia yang terlihat menyedihkan, duduk bersama.

Tapi kali ini mereka duduk di situ tidak untuk berbincang,

Pun tidak akan berunding lagi.

Biarkan dia yang acuh itu menjadi  tiran yang menyelesaikan semua ini dengan caranya. Sekali lagi – dengan caranya – dan tidak ada lagi perdebatan panjang yang menjemukan tentang siapa dan harus bagaimana.

Terlalu melelahkan dan menyita banyak waktu. Waktu terus berjalan dan masih banyak yang harus dijalani di depan sana.

Jadi begini saja, katanya dia yang acuh, berhentilah memintaku untuk menjaga diriku, karena sudah sejak lama kulakukan itu dan aku lah yang paling tahu bagaimana harus melakukannya. Kamu percaya Tuhan kan ? Seperti pesan-pesan usangmu untuk selalu mengingat-Nya, seperti itu jugalah yang harus kamu lakukan…Dia pasti menjagaku, tidak perlu khawatir. Dan satu lagi berhentilah mengendus jejakku lagi, karena aku pun tidak ingin sembunyi, karena aku  bukanlah buronan yang kabur dari tanggung jawab. Tidak perlu ada yang menghilang dan tidak perlu selamat tinggal, karena selamat tinggal hakikatnya adalah karena ada kebersamaan. Melelahkan, karena kamu tak ubahnya seperti penjahat kambuhan atau mungkin rubah yang selalu memanfaatkan celah kecil untuk melumpuhkan lawannya. Kadang kamu seperti terluka dan butuh “dikasihani”, dan ketika perangkap itu termakan, kamu pun menjeratnya, menerornya. Menyedihkan bukan, meneror dengan cara busuk, dengan kebutuhanmu untuk selalu dikasihani. Menyedihkan sekali…

Dan dia yang menyedihkan hanya diam, terpekur  (mungkin) mencerna kata-kata barusan atau mungkin hanya membiarkan kata-kata itu menguap bersama hawa keakuan yang terus berputar di meja bundar itu…di antara mereka berdua.

Kau memang sempurna, kau bahkan bisa menjaga dirimu sangat baik, mencukupi dirimu sangat baik, sahut dia yang menyedihkan, memecah kesunyian. Sebegitu sempurna sampai tak henti untuk menggapaimu. Apapun kulakukan, cara busuk sekalipun, karena aku memang penjahat kambuhan. Kau tidak lebih dari obsesi buatku, yang tak akan henti kukejar sampai hasrat itu terpuaskan, terlepaskan, seperti layaknya harimau gladiator yang dilepas ke arena perkelahian. Aku bahkan sudah tidak perduli bila harus aku yang harus mati karena obsesi ini. Karena akan selalu ada hanya aku dan kamu, (mungkin) Tuhan memang sudah merencanakan ini untuk kita. Kamu akan selalu berlari, dan aku yang akan mengejarmu.

Ah,

Dia benar-benar tidak tertolong lagi.

Dia kalah…

Kalah oleh kelemahannya sendiri.

Kalah akan rasanya sendiri.

Sing it…..

Fuck you…

Fuck you very …very much.

Coz we hate what you do

And we hate your whole crews

So please don’t stay in touch (-Lily Allen-)

Fuck you…

Fuck you very …very much.

Coz you’re don’t translate

And it’s quite late

So please don’t stay in touch….!

Advertisements

27 Comments

  1. Need two to tango.
    Jika salah seorang sudah berpaling,
    hanya manusia yang PUNYA JIWA BESAR saja yang bisa mengaku kalah.
    Menerima fakta bahwa.. “hey it’s over. It’s FU*CKING OVER”

    Daripada menyeringai, mengancam, memelas, meneror bahkan bersiap mati demi keegoisan, bukankah lebih baik berbenah diri?

    Kamu yang menyedihkan disana, kamu yg terluka dan berusaha menyeret orang lain bahkan memaksa orang lain bertanggung jawab untuk rasa sakit karena luka itu, get a life man !

    HEY…NICE COMMENT DARLING…. REALLY LOVE IT.. 😀

  2. @_@

    ~!#$%^&*())_+

    Jadi sebetulnya siapa yang kalah froz?
    Tapi keren juga tuh “jebakan dengan kebutuhanmu untuk selalu dikasihani”, Gw jadi inget kucing Gw.. kayaknya sih minta di elus, tau-tau nyakar Wakakakak

    tauk tuh…kucing kali.. :p

  3. @Mba Eka: Saya Gak setuju kalimat “get a life man !” Seharusnya kan “get a life woman !” Bwakakakaka

    asik…mulai ada yang brantemm….huhuhu…”pertarungan” beneran nih… 😀

  4. setuju sm mba’ eka (kecuali yg bagian ‘get a life man’ qiqiqi).
    tirulah para petanding catur. kalo komposisi pasukan di papan catur dah menunjukkan mereka “pasti” kalah, mereka akan menyerah tanpa menunggu rajanya benar2 kemakan. kan malu, masak raja sampe kemakan, apalagi kalo si PM, menteri, benteng, kuda n hulubalang2nya masih seger buger….*ngomong apa sih?*

    froz: wah….satuju mas…jadi si kalah mustinya belajar maen catur yah….. 😀

  5. hmm, saya mah enda menunggu sampe jadi menyedihkan. sy biasanya mundur sebelum bertarung ;p *bangga*

    hadeuh….kok aga beda2 tipis sama pengecut yah… 😛

  6. Gan…
    lha.. yang menyedihkan itu kan lagi Bow..
    LAKI…. !
    So that pathetic man should really get a life…. :p
    weeeks

    huhuy,….tinggalin nugguin Ganbow balessss…. 😀

  7. Rapatnya berakhir dgn apa mbak…..??
    *sok pingin tau*

    rapat berakhir dengan ucapan….f*ck you…f*ck you very very much….. ettsss…jangan tersinggung, you-nya bukan sama kamu lho….hehehehe

  8. wah, tapi saya kok tidak melihat pertarungannya ni.. apa udah telat yak? yang cocok kayaknya “peninggalan”, non.. hehe

    hmh….peninggalan yah mpok, peninggalan yang berupa pertarungan ? 😀

  9. Perpisahan lebih kepada sebuah ego pihak siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan…kalau toh ada rasa kalap biasanya tak lebih karena seserang berada di pihak yang ditinggalkan…..

    salah satu resiko yang harus siap diterima dari sebuah kebersamaan ya perpisahan itu, mas. if there’s nothing more we can do about the separation, then all we can do is just accept it…deal with it. 😀

  10. kalo emang udah yakin, kejar terus… yang dikejar ntar lama2 juga cape juga larinya dan bakal brenti… 😀

    yakin itu harus dibarengi dengan pertimbangn logika dan perasaan yang matang, jadi tidak sekedar mengandalkan perasaan membabibuta yang kahirnya hanya merugikan orang lain dan mempermalukan diri sendiri 😀

  11. “Aku bahkan sudah tidak perduli bila harus aku yang harus mati karena obsesi ini”
    Obsesi yang akut itu menakutkan sekali kawan, cara sebusuk apapun akan tetap dilakukan untuk meraih obsesi itu…
    *masih gak ngeh dengan maksud n tujuan tulisan ini, hiks…*

    tidak harus dipahami, bro…baca aja…hehehe..

  12. @Mba Eka:
    Weits… Si frozzy kan gak sebut Gender.. Ayo Frozz Konfirmasi, cewek apa cowok tuh.

    Lagi pula yang biasanya lebay masalah hati kan wanita…

    hehehehe….suka2 lo aja lah…gue emang sengaja ga nyebut gender…gue pengen tau pemahaman orang2 aja.

  13. mantab..ada ju9a yan9 kaya 9ene jenks..
    seseklai harus menan9Lah,masa dia mulu yan9 menan9..

    ** senyum puas miripsualna 🙂

    mirip apa jeng ? 😀

  14. mbak Frozzy saya punya pemikiran hidup, “Kalau itu untuk kebaikan, selamanya kita tidak boleh letih, menyerah, dan berhenti. Karena hidup hakikatnya adalah untuk menyebarkan kebaikan, walaupun tak ada satupun kebaikan yang berbalas pada kita.”

  15. Kalo dari awal udah niat berantem, mending segera gebuk2an aja yaaa… Ngapain pake rapat2 segala….yaaa…
    *ngomong apa to haaaarrr…*

  16. Saya setuju dengan esha.
    Perpisahan akan terasa menyakitkan dan merupakan pertaruhan rasa ego karena ini masalah siapa yg memutuskan.

    buat saya, terlepas dari siapa yang memutuskan, perpisahan akan selalu menyakitkan buat kedua belah pihak mbak…. but the thing is how do we deal with that hurt ? 🙂

  17. *ga jadi komen, nunggu adem aja baru balik ke sini*

    uda adem kok….. *merajuk mode on* 😀

  18. Fuck you fuck you-anya uda brapa kali mba?hehehe
    Uda fuck you fuck you-an tar love you love you-an lg,hax hax hax

  19. hahahha pas aku baca ini aku lg dengerin lagunya Lily Allen yang
    F*** You 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s