KEMARAU

Isi kepala rasanya meranggas

Berguguran terbang terbawa angin…

Danau inspirasi pun mengering

Kemaraukah sekarang ?

Note :

buat yang sudah mampir,

mohon maaf belum bisa berkunjung balik, dan blogwalking sana-sini,

sekarang WP-nya di blocked sama kantor..

heheheh


HHHHHH…….

Berada dalam dekapmu

Serasa tak pernah mengenalmu…

Berada dalam pelukmu

Cukup semenit

Untukku yang tak pernah di sisimu


Berada di sana

dengan setitik air bening

yang tak dapat kuingkari

semuanya akibat kegalauan

Kecemasan…

Andai aku benar-benar di sana ……

Menikmati desahan kalbuku

Sebelum semuanya mati

Dan tertutup oleh harga diri kita


Sekedar berada dalam dekapmu

Membelaiku ……. Mengusap air beningku

Yang jatuh karena kehilanganmu

BAHAGIA DALAM DIAM

Hanya ingin duduk sejenak

Menikmati sebuah jeda

Berdialog dengan benak

Tentang definisi bahagia

Adakah bahagia dalam diam?

Haruskah bahagia diejawantah dengan sorak sorai

Bukan ……..

Ini bukan tidak bahagia

Hanya ingin diam dalam bahagia

Apakah kamu bahagia ? Tak bisakah kamu sedikit saja mengekspresikan apa yang kamu rasakan ? I am Happy. Are you ?

CINTAIKU…

“dia mulai menghilang, dan aku semakin rindu dia. Jangan biarkan dia jauh dari ku, TUHAN. aku sayang dia. amien”.


Cintaiku ……………….

Apa adanya

Semampumu ……

Jangan pernah kupaksa

Karena tak akan pernah kurasakan

Indahnya rasa

Dengan cara seperti itu

Tinggalkan aku ….

Jika kau tak cintaiku

Ku masih bisa mencari dan menyembunyikannya

Meskipun tanpa cintamu

Meskipun tak pernah kuberharap

Atas rasa itu datang menghampiri

Tak bisa kubuat kau mencintaiku

Ku hanya bisa mencintai

Biarkan ku dicintai orang lain

Yang lebih pantas kucintai dan mencintaiku…………

For you out there,…see how much this feeling have taught both of you  a lot. put aside the restless feeling. she’s never leaving anyway. she keeps you with her into one place in her heart, as a special person, with unconditional love and caring. hope someday u’ll get this.

DAGELAN SEBUAH NEGERI

Ada bebek digiring bersahutan

Ada ayam diadu di sabungan

Katanya,

Tahukah kamu sang pejantan ada di jejaring maya ?

Tahukah kamu pakan bebek mengandung racun ?

Bebek mendadak riuh berhamburan

Ayam sabungan makin liar saling mematuk.

Sang pengangon mulai kerepotan menghalau

Sang penyabung makin gaduh meracau

Sedangkan aku,

Sang penonton yang mentertawakan dagelan ini,

Di sebuah negeri yang sedang dilanda carut marut