KUPU-KUPU, aku ingin jadi kupu-kupu

Andaikan aku kupu-kupu

Akan kuterabas gelapnya malam

Layaknya nocturnal sedang berburu

Saat yang lainnya mulai terlelap

Andaikan aku kupu-kupu

Akan kukepakkan kedua sayapku

Sejauh mungkin tanpa lelah…

Sampai tiba waktuku

Sampai sayapku tercerabut karenanya

Bersama semilir bayu

Yang membawa jiwaku

————————————-

hmh…kalau kupu-kupu kertas, gimana yah ????

DIA

Hamparan hati yang tak berbatas

Hangat ………

Tenang ………

Mencairkan beku yang hening

Menguapkan luka yang pahit

Dia …

Hatinya …

Senyumnya …

untuk dia, dengan konsep mencintai yang dimilikinya, just giving and  not expecting of something in return. Gosh….i owe you big.

BAHAGIA DALAM DIAM

Hanya ingin duduk sejenak

Menikmati sebuah jeda

Berdialog dengan benak

Tentang definisi bahagia

Adakah bahagia dalam diam?

Haruskah bahagia diejawantah dengan sorak sorai

Bukan ……..

Ini bukan tidak bahagia

Hanya ingin diam dalam bahagia

Apakah kamu bahagia ? Tak bisakah kamu sedikit saja mengekspresikan apa yang kamu rasakan ? I am Happy. Are you ?

CINTAIKU…

“dia mulai menghilang, dan aku semakin rindu dia. Jangan biarkan dia jauh dari ku, TUHAN. aku sayang dia. amien”.


Cintaiku ……………….

Apa adanya

Semampumu ……

Jangan pernah kupaksa

Karena tak akan pernah kurasakan

Indahnya rasa

Dengan cara seperti itu

Tinggalkan aku ….

Jika kau tak cintaiku

Ku masih bisa mencari dan menyembunyikannya

Meskipun tanpa cintamu

Meskipun tak pernah kuberharap

Atas rasa itu datang menghampiri

Tak bisa kubuat kau mencintaiku

Ku hanya bisa mencintai

Biarkan ku dicintai orang lain

Yang lebih pantas kucintai dan mencintaiku…………

For you out there,…see how much this feeling have taught both of you  a lot. put aside the restless feeling. she’s never leaving anyway. she keeps you with her into one place in her heart, as a special person, with unconditional love and caring. hope someday u’ll get this.

HARUSKAH JEDA

Jarumnya mendadak berhenti

Detaknya perlahan membeku

Sang waktu sedang mengambil jedanya

Oh, tidak…

Jangan ada lagi tunggu

Jangan ada lagi jeda

Jari ini tak sanggup lagi menghitungnya

Hanya waktu yang bisa

Membilang penantian ini

SENYAP

Tak berharap pesan itu kan menyapa

Hari ini ataupun esokSILENCE

Hanya ingin diamku dalam tumpukan rasa

Biarkan larut tanpa ego yang terdesak

Tapi bila hari ini semua seakan terjawab

Tak ada inginku menggapainya

Tak juga ingin menolaknya

Riak itu mendadak tenang

Should it be overcome?

Should it be abandoned?

Continue reading