(BUKAN) RUMPUT LIAR

Katanya,

Aku seperti rumput liar,

Tempatkan dia di mana saja, tak perlu air melimpah dan tak perlu dipupuk,

Di situ. di tempat itu dan sepanjang waktu dia akan tumbuh dan bertahan hidup.

 

Kalau saja beliau tahu kalau aku tidak setangguh yang beliau kira

Kalau saja beliau bisa mengerti kalau aku tidaklah selalu setabah yang beliau harapkan

Kalau saja masih tersisa sedikit ruang untuk aku menumpang meringkuk sebentar saja

karena aku sedang lelah

karena aku hanya butuh usapan di punggung

karena aku hanya manusia biasa

yang tidak tumbuh begitu saja seperti halnya

rumput liar…

 

 

PARODI HARIAN SAMUEL MULIA : CERMIN

Morning, everybody !!!! Udah Senin lagi, dan huh…mata masih belum totally kebuka…padahal sampai jam 10 ini, otak saya sudah distimulus dengan hampir dua gelas caffeine (jangan2 efeknya emang belum sampe otak, atau otak saya sudah terlalu bebal dengannya ?) Sambil memulihkan kesadaran, saya teringat parody harian SaMuel Mulia yang juga dimuat secara online di sebuah website setiap minggu. Langsung saja saya ketikkan alamat website tersebut , dan saya mulai membaca. Tulisan kali ini judulnya adalah CERMIN.  Tulisannya seperti biasa ringan, catchy dan berhasil membuat saya tersenyum-senyum sendiri.

SM hanya ingin mengingatkan (mudah2an saya tidak sok tahu salah, bisa2 diprotes sama empunya tulisan 😀 ) bahwa menghargai dan menghormati tubuh dan jiwa sendiri tidak hanya dengan menerima kondisi tubuh apa adanya, tapi juga tentang melakukan sesuatu dalam rangka menghormati dan menghargai tubuh kita. Contohnya saya, kemarin saya sibuk berkeluh kesah di depan cermin sambil memandang wajah saya sendiri yang apa adanya ini (saya menghormati wajah saya sendiri lho…! Hehehehe). Jerawat tiba-tiba kok betah banget nongkrong di jidat saya. Kemarin-kemarin kayanya malas membersihkan muka sebelum tidur juga, jerawat tidak sampai separah ini. Tiba-tiba kepala saya digetok oleh yang menciptakan wajah ini…”justru itu, udah gw kasih muka yang tidak bermasalah, bukannya dijaga, malah lo cuekin aja, udah berapa lama muka lo tidak terbasuh dengan AIR 5 kali sehari ?”

Jderrrrrrrr….kaya di sinetron-sinetron dangdut yang lagi sering diputar di sebuah stasiun tv swasta, tiba-tiba ada petir dan kilat yang menyambar-nyambar. Hehehehehe…lebay ah… tapi setelah itu, kembali saya bertanya pada sang cermin “min…min…menurut lo, gw nih cantik ga sih ?” dan apa jawab sang cermin : “lo tanya aja sama hati nurani lo sendiri, itulah cermin lo yang sebenarnya, karena dia yang tidak pernah bohong, mo  lo pake baju hitam-hitam kaya orang lagi ke pemakaman, mo muka lo didempul pake foundation setebal aspal, tetep aja hati nurani lo akan bilang, lemak lo menggelambir dimana-mana, wajah lo jerawatan…. Toh menipu dengan menutupi kekurangan itu a.k.a pake topeng bukannya menyelesaikan masalah. Yang namanya menyelesaikan masalah tuh, kalau lo udah “take the action” dengan mulai berolahraga, rajin “membersihkan muka”, dan makan yang benar dan bukan hanya makan yang enak saja.

Hm………bercermin lagi ah… si jerawat sudah menghilang belum yah ??

Temans….sudah pada ber- CERMIN belum ???

acnegambarnya minjem dari sini