RINDU DALAM SECANGKIR KOPI

black-coffee-butterfly-1920x1080

Merindumu seperti menyesap kopi.

Hitam dan tanpa gula.

Menyesapnya perlahan menyadarkanku seketika dari mimpi.

Pahit.

Merindumu dan tak berbalas.

Begitu seterusnya sampai kopiku tandas.

Tak bersisa.

Tertinggal rindu yang tak selesai.

Bukan kamu yang tak nyata

Tapi rasa yang tak kunjung bersua.

-SELAMAT MENUNAIKAN RINDU-
Advertisements

MERINDU

Merindu itu jujur, sabda hati yang tak bisa dipungkiri.
Kata orang kau meracau.
Kataku tidak.
Kau hanya sedang jujur.
Meracaulah sepuasmu
Karena rindu terlalu luas untuk dirangkum
Meracaulah sejujurnya
Karena rindu terlalu indah untuk disembunyikan

 

 

AKU, KAMU, (KITA)

Sekedar berada di sini
Di sampingmu
Meresapi sepi

Sekedar berada di sini
Di sampingmu
Sebentar lagi

Aku
Kamu
Berulang kueja, berharap ada rangkaian aksara darinya yang bisa kueja menjadi kita.
Berharap kita tidak sekedar kemewahan yang hanya terjangkau oleh mimpi.

Aku
Kamu
Berulang kurapal, serupa mantra yang kiranya bisa meruntuhkan tembok dingin yang berdiri angkuh di antara aku dan kamu.

Kita
Adalah kemewahan yang belum bisa kujangkau selama hanya ada aku dan kamu.

SSSTTTT….

 

kalau ada bening yang harus disembunyikan
sembunyikan semua di balik topeng
birumu
merahmu

kalau ada luka yang harus ditutup
balut dengan senyummu
birumu
merahmu

lari sekuatmu
sembunyi sebisamu
sampai sesak
sampai tak bisa bernafas

Sssst….
Ada Dia yang tahu….
Sssst….
Ada Dia yang lihat…
Ssst…

gothic9

 

(BUKAN) RUMPUT LIAR

Katanya,

Aku seperti rumput liar,

Tempatkan dia di mana saja, tak perlu air melimpah dan tak perlu dipupuk,

Di situ. di tempat itu dan sepanjang waktu dia akan tumbuh dan bertahan hidup.

 

Kalau saja beliau tahu kalau aku tidak setangguh yang beliau kira

Kalau saja beliau bisa mengerti kalau aku tidaklah selalu setabah yang beliau harapkan

Kalau saja masih tersisa sedikit ruang untuk aku menumpang meringkuk sebentar saja

karena aku sedang lelah

karena aku hanya butuh usapan di punggung

karena aku hanya manusia biasa

yang tidak tumbuh begitu saja seperti halnya

rumput liar…

 

 

YANG HILANG

Pergi begitu saja

Tanpa suara

Tanpa ucapan selamat tinggal

Pergi  begitu saja

Menghilang

Seperti tidak pernah ada sebelumnya.

Mencari kesana kemari

Berharap bisa menemukannya kembali

Di sudut ruang barangkali

atau di bawah meja

mungkin menempel di langit-langit

 

Rasa tersenyum

Terkekeh berbisik

Aku tidak kemana-kemana

Kau yang mengabaikanku

DIRINGKUS SUNYI

Maaf…maaf…sudah lama tidak posting. Mmmm….ini aja deh kalo gitu :


Hanya ada malam

Ketika satunya-satunya lilin padam

Ditiup oleh sunyi dengan sombongnya

Hanya ada aku hardiknya

 

Sunyi berlarian

Sunyi berteriak

Sunyi menghentak

Ayo tangkap aku

 

KEMARAU

Isi kepala rasanya meranggas

Berguguran terbang terbawa angin…

Danau inspirasi pun mengering

Kemaraukah sekarang ?

Note :

buat yang sudah mampir,

mohon maaf belum bisa berkunjung balik, dan blogwalking sana-sini,

sekarang WP-nya di blocked sama kantor..

heheheh


KUPU-KUPU AKSARA

https://i0.wp.com/www.butterflyalphabet.com/images/SP9.jpg

Ada puluhan kupu-kupu aksara

Di dalam kepalaku

Sayapnya berkepak aneka makna

Memaksa ujung jari dan papan ketik beradu

Memuntahkan segala gelisah tanpa jeda

Meluapkan setiap amarah tanpa suara

Mengalirkan airmata tanpa menangis

Merebahkan jiwa yang lelah dalam lelap

Menunggu kepompong yang tertidur

Mengepakkan sayap perlahan

Kembali

Di dalam kepalaku.

HHHHHH…….

Berada dalam dekapmu

Serasa tak pernah mengenalmu…

Berada dalam pelukmu

Cukup semenit

Untukku yang tak pernah di sisimu


Berada di sana

dengan setitik air bening

yang tak dapat kuingkari

semuanya akibat kegalauan

Kecemasan…

Andai aku benar-benar di sana ……

Menikmati desahan kalbuku

Sebelum semuanya mati

Dan tertutup oleh harga diri kita


Sekedar berada dalam dekapmu

Membelaiku ……. Mengusap air beningku

Yang jatuh karena kehilanganmu