CURCOL SI BURUH

Postingan kali ini si buruh pengen nyinyir usil plus curcol,  sedikiiiitttt aja ;

  1. Kalau berdasarkan Undang-Undang Pengadilan Pajak No. 14 Tahun 2002,Pasal 48 (1) disebutkan bahwa Majelis /hakim Tunggal sudah mulai bersidang dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak diterimanya Surat Banding, kenapa Surat Banding yang sudah diajukan kantor tempat saya memburuh sejak setahun yang lalu baru akan disidangkan ? kompensasinya apa yah ? Jawwabannya aaadallah  *fitrop mode-on* : yang lain juga begitu kok, mbak. Heu ??? kirain bisa ditukar tambah sama surat banding saya yang lain yang batas pengajuannya lewat “hanya beberapa hari “ dari tanggal yang seharusnya. Gak sampe berbulan-bulan lho pak…..gimana ? boleh nggak ? Atau gimana kalo saya menolak disidangkan aja ? *keplak*
  2. Kalau berdasarkan Undang-Undang Pengadilan Pajak No. 14 Tahun 2002, pasal  81(1) disebutkan bahwa putusan Pemeriksaan dengan acara biasa atas Banding diambil dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak surat banding diterima, kenapa kasus banding saya yang tanggal penerimaannya sudah lebih dari 12 bulan belum ada putusan juga yah ?
  3. Kalau berdasarkan Undang-Undang Pengadilan Pajak No. 14 Tahun 2002, pasal 36 (4) disebutkan bahwa selain dari persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 35 (silakan baca sendiri isinya di sini, saya pegel ngetiknya), dalam hal Banding diajukan terhadap besarnya jumlah Pajak yang terhutang, banding hanya dapat diajukan apabila jumlah yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50% (lima puluh persen), kira-kira selama uang pembayaran pajak yang telah terhutang itu, selama berada di dalam kas penampungan jaminan atau kas Negara, bunganya dikemanain pak atau peruntukannya bagaimana yah? Bagaimana kalau saya usul, untuk membeli filing cabinet atau lemari penyimpan dokumen supaya berkas-berkas pengajuan banding para pemohon banding tidak bertebaran begitu saja di lantai. Kan bahaya kalau sampe digerogotin tikus. Kalau nggak salah dengar sih di sana banyak tikus berkeliaran.Eh, tikus yang ini demennya kertas uang yah ? oh, ya sudahlah sementara ini dokumen berkas permohonan banding saya aman (mungkin).
  4. Kalau berdasarkan Undang-Undang Pengadilan Pajak No. 14 Tahun 2002, pasal 87 disebutkan bahwa apabila putusan Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian atau seluruh Banding, kelebihan pembayaran Pajak dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) bulan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, kira-kira berapa lama yah menunggu pencairan pembayaran pengembalian pajak itu ? kalau nggak salah harus mengajukan permohonan pencairan lagi yah pak ? lebih dari 24 (dua puluh empat) bulan juga kan ? ya kan…ya kan ? *dikeplak pake buku undang-undang perpajakan*. Hm….kira-kira seimbang nggak yah nilai 2% itu dibanding dengan keuntungan bunga yang diperoleh oleh Negara selama denda pajak itu berada dalam kas Negara ? hm…boleh usul lagi ? beli filing cabinet!!! *ditendang ke Timbuktu*.
  5. Kira-kira kalau Pengadilan Pajak sudah mengeluarkan putusan untuk mengabulkan sebagian atau seluruh Banding, untuk mengajukan pencairan kelebihan pembayaran pajaknya di departemen ituh tuh pak -yang rajin meriksa-meriksa barang-barang impor ituh- saya musti keluar berapa kotak donat atau berapa ratus ribu lagi yah biar pengajuannya nggak dicuekin begitu aja ? ih iya, maap, seharusnya pertanyaan ini ditujukan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang di Cengkareng sana yah ? hihihihi… *dibekep, masukin kontainer*
  6. Yah…gitu deh kurang lebih curahan hati si buruh yang gondok gara-gara urusan dengan pengadilan pajak dan departemen yang tugasnya meriksa barang-barang impor itu gak kelar-kelar. Belum lagi urusan dengan instansi pemerintah lainnya. Sepertinya motto mereka belum pernah berubah : “KALAU BISA DIPERSULIT, KENAPA HARUS DIPERMUDAH ? KALAU BISA DI DUITIN, KENAPA HARUS DIGRATISIN ??”

E.D.A.N……..

Advertisements

22 Comments

  1. errr… saya baru tau kalo ada masalah di bea cukai majunya ke pengadilan pajak juga. saya pikir selama ini cuma untuk masalah sama kantor pajek.

    ngomong-ngomong kata instansi pemerintah yang lainnya ini merujuk kemana ya mbak? soale kalo yang saya alami, jangankan minta, dikasihpun nolak. yang sabar ya mbak 😀 *solidaritas sesama buruh*

    • hahay…mas…keren amat tuh klo ada yang nolak, pasti urat malunya belum putus…kalau soal rujukan yang mana, hm, yang dua tadi saya sebutin masih blm cukup, mas ? 😀

  2. tanda orang-orang di pengadilan pajak pernah hapal undang-undang pengadilan pajak,

    apa karena tak pernah ada sanksi untuk itu?

  3. aduh, pala gue sakit, abis baca korang, trus baca ini…. ni negara udah rusak banget, instansi pemerintah apa udah gak ada yg bisa dipercaya dan diandalkan?

    • mnurut lo le ? bikin SK domisili aja bayarnya 600ribu, pake lama pula…salah pula.. 😀

  4. the thing is:
    PR-nya instansi pajak jago. merek bikin maskot, mereka nge-blast bagaimana mudahnya bayar pajak perorangan. tapi pajak yg laen kaga ditowel2 sama skali. undang2 ama prakteknya juga jauh panggang dari api. dan apa ada upaya buat bikin commoner melek sama undang2 pajak dan sebangsanya? halah, kek ga tau aje.

  5. setttt dah kagak kelar2 lo ngurusin pajak???
    orang dah ampe pindah kantor lo masih aja ngurusin pajak nek…
    di BOM aja lah!!! #FPI mode.on#

  6. Maklumlah, birokrasi. Mereka bukannya “kalo bisa mudah, kenapa dipersulit”, tapi “kalo bisa dipersulit, mengapa dipermudah?”. 👿

  7. aku gak begitu paham soal itu, takut salah ngerti jadi salah komentar? hehe..
    aku cuma berharap selanjutnya yang terbaik aja dech..

  8. hehehehe…kasian juga buruh ya…
    cuman aku gak begitu paham begininian neng, bukan wilayah otoritas ^^

    hi..hi…apa kabar dirimu?

  9. hahaha ini nulisnya pasti pake emosi tingkat tinggi wkwkwkwkwkw.. yg sabar yak, kak nunu cintaaaaaaaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s