PERGI

Note : postingan kali ini diambil dari buku Curhat Setan-nya Fahd Jibran, dengan sedikit edit-an untuk menyesuaikan dengan kondisi saya sekarang. Sengaja saya post di sini, kalau kebetulan si “tukang intip” itu mampir dan membaca, dia pun bisa “pergi” seperti saya.

———————————-

Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan akan meniadakan kehadiranku di sini. Tetapi aku tidak sepenuhnya pergi, hanya tidak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kau alami dalam hidup milikmu.

Bila aku pergi, kita berada di dunia kita masing-masing. Aku hidup di duniaku, kau hidup di duniamu.

Hidup harus terus diteruskan. Lingkaran waktu harus terus berputar. Dan meski kau tak ingin aku pergi, hidup memang seringkali harus dilanjutkan dengan cara yang tidak kita inginkan.

Advertisements

36 Comments

      • “…hidup memang seringkali harus dilanjutkan dengan cara yang tidak kita inginkan.” ini yang bikin merasa ditampar… hohoho

        • cha, seperti yang lo bilang dipostingan lo tentang invitation itu : “manusia dikutuk untuk memilih sepanjang hidupnya” dan melanjutkan hidup juga adalah salah satu pilihan hidup.

  1. dewasa dan legowo. itu kuncinya.
    klo memang dikasi sama Tuhan, pasti balik lg. kalo nggak balik2… berarti ya memang bukan jodoh.

    eh… ini gue ngmg sama siapa ya?? XDDD

  2. “hidup memang seringkali harus dilanjutkan dengan cara yang tidak kita inginkan…” sepertinya saya pernah denger ini … hmmm,

  3. Garuk-garuuk kepala …
    Lalu berucap … Are You OK Nye’ ?

    (sambil sedakep … berdiri … kaki disilang …)(sok-sok bijak rano karno gitu deh …)

    • I’m OK, oM. Ini postingan sekalian buat si tukang intip berstatus Mantan itu, biar dia pergi jauh-jauh…hehehehe bijak rano karno ?? halah…oM yang aneh… *kasih sampo anti ketombe buat oM*

  4. Ingin atau tidak, terkadang kita memang harus (akan) pergi, meninggalkan banyak hal yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi itulah hidup, ada yang pergi dan ada yang datang…

  5. iya, saya terkesan pada kalimat terakhirnya. terkadang hidup harus diteruskan dengan cara yg tidak kita inginkan, jadi kemana kita harus pergi???

  6. Hmm hmm gitu ya,

    Hidup harus terus diteruskan karena perahunya sudah berangkat,
    Dan mesti kau tidak ingin aku pergi, tapi aku disini.. diatas perahu yang melaju..

    Belajar Berenang doong!

    * Ngakak guling2 *

  7. sperti yg sy alami nu..tapi sy lbh senang mgunakan kata hijrah..sesuai dgn aliran “padang pasir” sy.hijrah(pergi)nya kami smoga ke kehidupan yg lebih baik,spiritual,mental,kondisi kejiwaan yg lbh baik..nampak sy sperti sdg sakit jiwa.wuah..*sgera beranjak hijrah*

  8. bukan gw kan yg disuruh pergi nu?
    terkadang jika bersimpangan jalan dengan seseorang *aku pernah ngalaminnya* begini lebih baik…kamu dengan hidupmu dan aku dengan hidupku” hehehehe…

    kenapa postinganmu akhir2 ini selalu singkat padat dan jelas ya?:P

  9. Datang, pergi, bersama, berpisah.. semua sesungguhnya hanya sepenggal perjalanan hidup dan saat hari terus berganti, kehidupan tetap berputar.. Bersiaplah untuk melangkah lagi agar tidak sekedar terputar-putar dalam kehidupan.. 🙂

  10. “Tetapi aku tidak sepenuhnya pergi, hanya tidak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kau alami dalam hidup milikmu. ” keren nih kata-kata, jadi pengin baca bukunya.

    Gw baca ini kok jadi inget lagunya gita gutawa ya… “pergi kau keujung dunia. dehidrasi di gurun sahara, hilang di segitiga bermuda”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s