MENCIUM(MU)

Am I that bitch ? aku baru saja menciumnya, iya….mencium, come on, kita sama-sama sudah dewasa, mencium yah dibibir, masa di pantat. What makes me more bitch ? karena aku menciumnya dalam keadaan sadar, sesadarnya aku ketika baru saja menenggak segelas whiskey cola. I couldn’t help myself, but it tasted really naturally, I could feel our breath, warm around our lips, and up to our face. I should admit that was one of my great kiss. Dia hanya terdiam memandangi aku dan tidak lama setelah itu, dia menarik aku, dan secepat itu pula aku tepis dan berlari meninggalkannya. Ok,  I’m a bitch, but I’m not a lesbian. This must be awfully wrong….

Setelah aku rasa aku sudah cukup jauh dari tempat dimana dia berada, aku lantas tertawa terbahak-bahak. Aku merasa lepas, bebas, belum pernah aku melakukan hal segila tadi, but it feels really good. Semua bebanku terasa hilang……

Seperti burung yang terbang bebas lepas dari sangkarnya. Aku berhasil terbang. Menerbangkan  sejuta perasaan dan kegilaanku. Nakal??? terserah deh orang mau bilang apa pun. Bagiku terbangnya aku adalah yang terpenting saat ini. Aku butuh gila, butuh terbang, membebaskan diri. Jangan pikir aku akan melakukan untuk kedua kalinya. Cukup sekali landasan aku tahu aku akan terbang jauh.

Sejuta rasa senang. Bukan karena ciuman itu tapi karena pembebasan diri. Besok aku pasti akan berani melakukan kegilaan-kegilaan lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s